Tampilkan postingan dengan label VACATION. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VACATION. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2009

Flu Babi





Tantangan baru selalu hadir dalam roda kehidupan seakan mengikuti langkah kita tanpa henti, kadang datang bertubi – tubi kadang sesekali tetapi sangat dahsyat, seluruh dunia seakan terhenyak hebat dengan adanya wabah baru yaitu Flu babi.

Pada era jaman flu burung dunia usaha Jasa Boga sangat terpukul terutama usaha katering karena banyak konsumen yang tidak mau lagi memesan menu jenis unggas seperti : ayam,bebek,burung dara menjadi salah satu menu, sehingga para peternak ayam potong banyak yang tidak bisa menjual hasil ternaknya, kita sudah tahu akibatnya dari situasi ini ujung ujungnya peternak gulung tikar.

Saat situasi yang paling terasa saat itu adalah, begitu masalah flu burung sudah bisa diatasi oleh Pemerintah berarti kepercayaan konsumen katering juga mulai kembali pulih konsumen mulai berani memesan menu jenis unggas lagi, tetapi disinilah permasalahan yang sangat krusial …akibat peternak berkurang karena gulung tikar harga ayam potong mendadak naik tidak seimbang antara permintaan pasar dengan produksi, sebelum wabah flu burung 1 kg ayam potong Rp 12 000 dan pada masa pemulihan kepercayaan pasar harga bisa sampai Rp 25 000 ….kebayangkan yang usaha katering mau jual berapa..?

Nah dari situasi tadi maka banyak konsumen yang memilih menu daging sapi karena harga sudah tidak terpaut jauh dengan daging ayam, memilih bmenu daging sapi memang sedikit lebih mahal tetapi lebih prestise menunya dan masih lebih bisa dipercaya bahwa kalau makan daging sapi tidak akan ketularan Flunya, tetapi terakhir ini datang lagi masalah baru di Indonesia….ditemukan daging sapi dipasaran banyak dicampur dengan daging babi…hhmm wuuaaahhhhh….ini lebih parah …!!!!!!!
Karena masyarakat kita dalah mayoritas adalah Muslim….kebayang lagi kan puyengnya para pengusaha catering …eeehhhh….malah ditambah lagi dengan wabah baru diseluruh dunia yaitu Flu babi …


Karena kita sama sama belum pernah diserang dengan Flu babi maka saya perlu memberikan kutipan berita dari Jawa Pos agar nantinya bisa segera mengantipasi kalau jadi permasalahan baru di dunia usaha katering,….apakah flunya bisa menulari bahan bahan baku hewani untuk masakan lainnya seperti jenis unggas .?
Ini kutipan beritanya & akan saya up date terus dari sumber yang terpercaya.


Sumber : Jawa Pos
[ Selasa, 28 April 2009 ]
Seluruh Negara Siaga Flu Babi
Flu babi menjadi ancaman paling ditakuti di seluruh dunia saat ini. Setelah mewabah di Meksiko dengan membunuh lebih dari 100 orang, dan terus bertambah jumlahnya.

Selandia Baru, Spanyol,dan negara lain sudah memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Amerika Utara, tempat awal munculnya wabah. Rencana mengkarantina dan memperketat impor daging babi , dan yang paling mencengangkan adalah memeriksa suhu tubuh penumpang pesawat.
Kayaknya wabah ini serius banget coba deh simak kuitipan dari Jawa Pos ini : “ Para pejabat kesehatan global juga tinggal menunggu waktu menaikkan tingkat peringatan pandemi global.”

Waktu jaman flu burung pemerintah selalu menyatakan tidak perlu kuatir sampe sampe mempertontonlan makan ayam goring di acara TV sekarang Menteri kesehatan juga sudah memberi pernyataan yang diberitakan dalam Jawa Pos,
Sumber : Jawa Pos
” Kemarin (27/4) Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengimbau masyarakat untuk tidak panik terhadap kemungkinan munculnya penyakit flu babi di Indonesia.

Siti menegaskan bahwa penyakit flu babi alias H1N1 berpotensi kecil untuk tersebar di tanah air. Angka kematian akibat flu burung (H5N1) jauh lebih tinggi, yakni 80-90 persen, ketimbang flu babi (H1N1), yakni 6,4 persen. Namun, masyarakat harus tetap waspada karena sudah ada konfirmasi virus ini dapat ditularkan melalui manusia ke manusia. ''Virus H1N1 hanya hidup pada daerah subtropik. Untuk Indonesia, kemungkinannya sangat kecil karena beriklim tropis. Meski demikian, masyarakat harus tetap waspada," kata Menkes dalam jumpa pers setelah rapat koordinasi penanggulangan flu babi di Kantor Menko Kesra, Jakarta.

Rapat koordinasi dihadiri oleh Departemen Perhubungan, Departemen Kesehatan, Polri, Depdagri, Departemen Kebudayan dan Pariwisata, Deptan, Depkeu, dan Deplu.

Untuk mewaspadai munculnya penyakit tersebut di Indonesia, Departemen Kesehatan (Depkes) telah meminta pihak terkait untuk menghentikan impor daging babi. Selain itu, Depkes melakukan surveillance pada sejumlah peternakan babi di Indonesia yang jumlahnya kini mencapai 9 juta ekor. ''Sementara bagi pendatang yang masuk ke Indonesia melalui bandara telah disiagakan thermo scanner,'' ujar Siti.

Thermo scanner adalah alat yang dapat mendeteksi suhu tubuh manusia yang bertemperatur tinggi. Jika tubuh manusia yang diperiksa lebih dari 38 derajat Celsius, alat akan berbunyi. Jika ada yang dicurigai terinfeksi flu babi, akan diberi Kartu Bahaya Kesehatan (Health Alert Card) yang sudah disiapkan Depkes. Kartu itu diberikan kepada perusahaan penerbangan dan pelabuhan. Kartu tersebut akan dibagikan dan harus diisi oleh pendatang mengenai kondisi kesehatannya. Misalnya, pendatang tersebut sedang flu atau tidak.

Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (PPBB) Depkes Rita Kusriastuti menambahkan, thermo scanner telah disiagakan di sepuluh bandara dan pelabuhan. Antara lain, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdana Kusumah di Jakarta, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Hang Nadim di Batam, Bandara Hasanudin di Makassar, Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bandara Sepinggan di Balikpapan, dan Pelabuhan Tanjung Priok di Terminal satu dan dua. ''Sedangkan untuk obat, telah disiapkan stok 3 juta obat tamiflu (obat yang sama untuk flu burung). Selain itu, 100 RS rujukan juga telah dilatih kembali," kata Rita.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie menyatakan, flu babi sangat mungkin menjadi pandemi.''Karena itu, pemerintah akan mengusahakan pencegahan penyebarannya di Indonesia,'' ujar dia.

Ical -panggilan akrab Aburizal- mengatakan telah menerima laporan dari menteri pertanian, menteri kesehatan, dan Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Pandemi Influenza dalam rapat koordinasi. ''Kita akan bahas langkah-langkah agar flu babi tidak menyebar di Indonesia, berdasar pengalaman pencegahan pandemi flu burung,'' kata Ical lagi. Saat ini, dia melanjutkan, sedang dilakukan latihan jika virus H1N1/flu babi itu menyerang Indonesia. Latihan itu menyangkut cara evakuasi, cara pengiriman ke rumah sakit, hingga pengobatan.

Mengutip keterangan Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC), flu babi yang menyerang saat ini berbeda dengan jenis flu yang biasa ada pada manusia atau babi. Jenis flu baru ini terdiri atas materi genetik babi, burung, dan manusia. Jenis baru ini bisa menular antarmanusia. Tanda awal terkena flu babi ditunjukkan dengan gejala mirip flu, yakni demam, lelah, nafsu makan hilang, dan batuk. Beberapa penderita mengalami hidung berlendir, tenggorokan sakit, muntah-muntah, dan diare.

Apakah virus flu babi bisa menular lewat konsumsi daging babi ? CDC mementahkan kemungkinan itu. Sebab, babi yang masuk ke pemotongan hewan harus dipastikan bebas dari flu. Selain itu, proses pemasakan daging akan membunuh virus. Cara efektif menghindari flu baru ini adalah membiasakan mencuci tangan secara teratur, menggunakan sabun.

Ketua Laboratorium Flu Burung Universitas Airlangga Surabaya Choirul Anwar Nidom menyatakan, dari hasil penelitian di laboratoriumnya, untuk saat ini belum ditemukan babi lokal Indonesia yang mengandung virus seperti virus flu babi di Meksiko. (zul/kim) “
Demikian mudah mudahan ada manfaatnya dan untuk mencegah wabah Flu babi yang diberitakan Jawa Pos berguna untuk usaha katering karena tidak hanya kewajiban Pemerintah saja tetapi juga jadi kewajiban kita semua dengaan caranya masing masing tetapi tetap mengacu kepada prosedur yang sudah ditetapkan Pemerintah, saya hanya bisa membantu dengan memberikan informasi seperti ini.
Terima kasih


Minggu, 26 April 2009

MSG dan KESEHATAN

Beberapa kali muncul kekhawatiran di media, terutama diwakili oleh Lembaga Konsumen, soal di pasaran ada berbagai produk makanan ringan dalam kemasan yang biasa dikonsumsi anak-anak, tidak mencantumkan kandungan MSG (vetsin). Kritik tersebut menyatakan, konsumsi MSG dalam jumlah tertentu mengancam kesehatan anak-anak. Menteri Kesehatan pun sudah memberi pernyataan yang meminta BPOM menarik produk makanan kemasan yang tidak mencantumkan kandungan MSG/ Seberapa jauhkah sebenarnya MSG membahayakan kesehatan manusia… ? …
Sejarah
Jurnal Chemistry Senses [[6]] menyebutkan, Monosodium Glutamate (MSG) mulai terkenal tahun 1960-an, tetapi sebenarnya memiliki sejarah panjang. Selama berabad-abad orang Jepang mampu menyajikan masakan yang sangat lezat. Rahasianya adalah penggunaan sejenis rumput laut bernama Laminaria japonica. Pada tahun 1908, Kikunae Ikeda, seorang profesor di Universitas Tokyo, menemukan kunci kelezatan itu pada kandungan asam glutamat. Penemuan ini melengkapi 4 jenis rasa sebelumnya - asam, manis, asin dan pahit - dengan umami (dari akar kata umai yang dalam bahasa Jepang berarti lezat). Sementara menurut beberapa media populer [[20]], sebelumnya di Jerman pada tahun 1866, Ritthausen juga berhasil mengisolasi asam glutamat dan mengubahnya menjadi dalam bentuk monosodium glutamate (MSG), tetapi belum tahu kegunaannya sebagai penyedap rasa.



Sejak penemuan itu, Jepang memproduksi asam glutamat melalui ekstraksi dari bahan alamiah. Tetapi karena permintaan pasar terus melonjak, tahun 1956 mulai ditemukan cara produksi L-glutamic acid melalui fermentasi. L-glutamic acid inilah inti dari MSG, yang berbentuk butiran putih mirip garam. MSG sendiri sebenarnya tidak memiliki rasa. Tetapi bila ditambahkan ke dalam makanan, akan terbentuk asam glutamat bebas yang ditangkap oleh reseptor khusus di otak dan mempresentasikan rasa dasar dalam makanan itu menjadi jauh lebih lezat dan gurih.
Sejak tahun 1963, Jepang bersama Korea mempelopori produksi masal MSG yang kemudian berkembang ke seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Setidaknya sampai tahun 1997 sebelum krisis, setiap tahun produksi MSG Indonesia mencapai 254.900 ton/tahun dengan konsumsi mengalami kenaikan rata-rata sekitar 24,1% per tahun [[8]].
Efek terhadap hewan coba
Di otak memang ada asam amino glutamat yang berfungsi sebagai neurotransmitter untuk menjalarkan rangsang antar neuron. Tetapi bila terakumulasi di sinaps (celah antar sel syaraf) akan bersifat eksitotoksik bagi otak. Karena itu ada kerja dari glutamate transporter protein untuk menyerapnya dari cairan ekstraseluler, termasuk salah satu peranannya untuk keperluan sintesis GABA (Gamma Amino Butyric Acid) oleh kerja enzim Glutamic Acid Decarboxylase (GAD). GABA ini juga termasuk neurotransmitter sekaligus memiliki fungsi lain sebagai reseptor glutamatergik, sehingga bisa menjadi target dari sifat toksik glutamat. Disamping kerja glutamate transporter protein, ada enzim glutamine sintetase yang bertugas merubah amonia dan glutamat menjadi glutamin yang tidak berbahaya dan bisa dikeluarkan dari otak. Dengan cara ini, meski terakumulasi di otak, asam glutamat diusahakan untuk dipertahankan dalam kadar rendah dan non-toksik. Reseptor sejenis untuk glutamat juga ditemukan di beberapa bagian tubuh lain seperti tulang, jantung, ginjal, hati, plasenta dan usus. Pada konsumsi MGS, asam glutamat bebas yang dihasilkan sebagian akan terikat di usus, dan selebihnya dilepaskan ke dalam ke darah. Selanjutnya menyebar ke seluruh tubuh termasuk akan menembus sawar darah otak dan terikat oleh reseptornya. Sayangnya, seperti disebutkan sebelumnya, asam glutamat bebas ini bersifat eksitotoksik sehingga dihipotesiskan akan bisa merusak neuron otak bila sudah melebihi kemampuan otak mempertahankannya dalam kadar rendah [[1]; [9]; [19]].
Jurnal Neurochemistry International bulan Maret 2003 melaporkan, pemberian MSG sebanyak 4 mg/g berat badan ke bayi tikus menimbulkan neurodegenerasi berupa jumlah neuron lebih sedikit dan rami dendrit (jaringan antar sel syaraf otak) lebih renggang. Kerusakan ini terjadi perlahan sejak umur 21 hari dan memuncak pada umur 60 hari [[21]; [5]].
Sementara bila disuntikkan kepada tikus dewasa, dosis yang sama menimbulkan gangguan pada neuron dan daya ingat. Pada pembedahan, ternyata terjadi kerusakan pada nucleus arkuatus di hipothalamus (pusat pengolahan impuls syaraf) [[12]].
Sedang menurut Jurnal Brain Research, pemberian MSG 4 mg/g terhadap tikus hamil hari ke 17-21 menunjukkan bahwa MSG mampu menembus plasenta dan otak janin menyerap MSG dua kali lipat daripada otak induknya. Juga 10 hari setelah lahir, anak-anak tikus ini lebih rentan mengalami kejang daripada yang induknya tidak mendapat MSG. Pada usia 60 hari, keterampilan mereka juga kalah dari kelompok lain yang induknya tidak mendapat MSG [[24]; [14]].
Tetapi kelompok anak-anak tikus yang mendapat MSG pada penelitian di atas justru lebih gemuk. Ternyata, MSG juga meningkatkan ekskresi insulin sehingga tikus-tikus tersebut cenderung menderita obesitas. Pada penelitian lain, bila diteruskan sampai 3 bulan, ternyata akan terjadi resistensi terhadap insulin dan berisiko menderita diabetes [[3]; [7]]).
Penelitian lain di Jurnal of Nutritional Science Vitaminologi bulan April 2003, pemberian MSG terhadap tikus juga mengganggu metabolisme lipid dan aktivitas enzim anti-oksidan di jaringan pembuluh darah, menjadikan risiko hipertensi dan penyakit jantung. Kerusakan enzim anti-oksidan ini ternyata yang juga menimbulkan kerusakan kronis di jaringan syaraf. Secara umum, anti oksidan memang berperan penting bagi kesehatan di seluruh bagian tubuh [[16]; [17]].
Ada juga laporan dari Experimental Eye Research tahun 2002 bahwa konsumsi tinggi MSG berakibat kerusakan pada fungsi dan morfologi retina. Akibatnya banyak terjadi glaukoma (peninggian tekanan dalam bola mata). Proses ini terjadi secara perlahan, yang kalau pada manusia diduga akan terjadi pada umur sekitar 40 tahun, setelah konsumsi MSG sejak anak-anak [[11]].
Efek terhadap manusia
Pada tahun 1959, Food and Drug Administration di Amerika mengelompokkan MSG sebagai "generally recognized as safe" (GRAS), sehingga tidak perlu aturan khusus. Tetapi tahun 1968, muncul laporan di New England Journal of Medicine tentang keluhan beberapa gangguan setelah makan di restoran china sehingga disebut "Chinese Restaurant Syndrome". Karena kompisisinya dianggap signifikan dalam masakan itu, MSG diduga sebagai penyebabnya, tetapi belum dilaporkan bukti ilmiahnya [[4]].
Untuk itu, tahun 1970 FDA menetapkan batas aman konsumsi MSG 120 mg/kg berat badan/hari yang disetarakan dengan konsumsi garam. Mengingat belum ada data pasti, saat itu ditetapkan pula tidak boleh diberikan kepada bayi kurang dari 12 minggu. Tahun 1980, laporan-laporan tentang hubungan MSG dengan Chinese Restaurant Syndrome ini kembali banyak muncul berupa sakit kepala, palpitasi (berdebar-debar), mual dan muntah. Pada tahun ini pula diketahui bahwa glutamate berperan penting pada fungsi sistem syaraf, sehingga muncul pertanyaan, seberapa jauh MSG berpengaruh terhadap otak.
Selanjutnya di tahun 1986, Advisory Committee on Hypersensitivity to Food Constituent di FDA menyatakan, pada umumnya konsumsi MSG itu aman, tetapi bisa terjadi reaksi jangka pendek pada sekelompok orang. Hal ini didukung juga oleh laporan dari European Communities (EC) Scientific Committee for Foods tahun 1991. Untuk itu, FDA memutuskan tidak menetapkan batasan pasti untuk konsumsi MSG. Usaha penelitian masih dilanjutkan, bekerja sama dengan FASEB (Federation of American Societies for Experimental Biology) sejak tahun 1992.
Laporan FASEB 31 Juli 1995 menyebutkan, secara umum MSG aman dikonsumsi. Tetapi memang ada dua kelompok yang menunjukkan reaksi akibat konsumsi MSG ini. Pertama adalah kelompok orang yang sensitif terhadap MSG yang berakibat muncul keluhan berupa : rasa panas di leher, lengan dan dada, diikuti kaku-kaku otot dari daerah tersebut menyebar sampai ke punggung. Gejala lain berupa rasa panas dan kaku di wajah diikuti nyeri dada, sakit kepala, mual, berdebar-debar dan kadang sampai muntah. Gejala ini mirip dengan Chinese Restaurant Syndrome, tetapi kemudian lebih tepat disebut MSG Complex Syndrome. Sndrom ini terjadi segera atau sekitar 30 menit setelah konsumsi, dan bertahan selama sekitar 3 - 5 jam. Berbagai survei dilakukan, dengan hasil persentase kelompok sensitif ini sekitar 25% dari populasi.
Sedang kelompok kedua adalah penderita asma, yang banyak mengeluh meningkatnya serangan setelah mengkonsumsi MSG. Munculnya keluhan di kedua kelompok tersebut terutama pada konsumsi sekitar 0,5 â???2,5 g MSG. Sementara untuk penyakit-penyakit kelainan syaraf seperti Alzheimer dan Hungtinton chorea, tidak didapatkan hubungan dengan konsumsi MSG [[23]; [18]].
Kontroversi
Sejauh ini, belum banyak penelitian langsung terhadap manusia. Hasil dari penelitian dari hewan, memang diupayakan untuk dicoba pada manusia. Tetapi hasil-hasilnya masih bervariasi. Sebagian menunjukkan efek negatif MSG seperti pada hewan, tetapi sebagian juga tidak berhasil membuktikan. Yang sudah cukup jelas adalah efek ke terjadinya migren terutama pada usia anak-anak dan remaja seperti laporan Jurnal Pediatric Neurology [[10]]. Memang disepakati bahwa usia anak-anak atau masa pertumbuhan lebih sensitif terhadap efek MSG daripada kelompok dewasa. Sementara untuk efek terjadinya kejang dan urtikaria (gatal-gatal dan bengkak di kulit seperti pada kasus alergi makanan), masih belum bisa dibuktikan [[15]].
Di sisi lain, Jurnal Appetite tahun 2002 melaporkan, faktor psikologis juga berpengaruh. Bila seseorang sudah merasa dirinya sensitif, maka berapapun kadar yang ada, MSG Complex Syndrome akan terjadi. Sebaliknya, ada kelompok lain yang memerlukan dosis MSG lebih tinggi dibanding rata-rata orang, untuk mendapatkan sensasi rasa lezat. Diduga, paparan terus menerus menyebabkan peninggian ambang rangsang reseptor di otak untuk asam glutamat [[13]].
Begitupun, menyadari tingginya konsumsi MSG di wilayah Asia, WHO menggunakan MSG untuk program fortifikasi vitamin A. Di Indonesia pernah dilakukan pada tahun 1996. Juga, penggunaan MSG bisa menjadi salah satu pilihan dalam menurunkan konsumsi garam (sodium) yang berhubungan dengan kejadian hipertensi khususnya pada golongan manula. Hal ini karena untuk mencapai efek rasa yang sama, MSG hanya mengandung 30% natrium dibanding garam [[2]].
Sementara itu, Jurnal Nutritional Sciences tahun 2000 melaporkan, kadar asam glutamat dalam darah manusia mulai meningkat setelah konsumsi MSG 30 mg/kg berat badan/hari, yang berarti sudah mulai melampaui kemampuan metabolisme tubuh. Bila masih dalam batas terkendali, peningkatan kadar ini akan menurun kembali ke kadar normal atau seperti kadar semula dalam 3 jam. Peningkatan yang signifikan baru mulai terjadi pada konsumsi 150 mg/kg berat badan/hari. Efek ini makin kuat bila konsumsi ini bersifat jangka pendek dan besar atau dalam dosis tinggi (3 gr atau lebih dalam sekali makan). Juga ternyata MSG lebih mudah menimbulkan efek bila tersaji dalam bentuk makanan berkuah [[22]].
Sebenarnya hampir semua bahan makanan sudah mengandung glutamat. Dalam urutan makin tinggi, beberapa diantaranya mengandung kadar tinggi seperti : susu, telur, daging, ikan, ayam, kentang, jagung, tomat, brokoli, jamur, anggur, kecap, saus dan keju. Termasuk dalam hal ini juga bumbu-bumbu penyedap alami seperti vanili atau daun pandan. Melihat hasil penelitian untuk batasan metabolisme (30 mg/kg/hari) berarti rata-rata dalam sehari dibatasi penambahan maksimal 2,5 - 3,5 g MSG (berat badan 50 - 70 kg), dan tidak boleh dalam dosis tinggi sekaligus. Sementara, satu sendok teh rata-rata berisi 4 - 6 gram MSG. Masalahnya, sumber penambahan MSG sering tidak disadari pada beberapa sajian berkuah, sehingga tidak semata-mata penambahan dari MSG yang sengaja ditambahkan atau yang dari sediaan di meja makan. Masih belum dicapai kesepakatan mengenai glutamat dari sumber alamiah dan non alamiah ini. Sejauh ini dinyatakan tidak ada perbedaan proses metabolisme di dalam tubuh diantara keduanya. Yang jelas, aturan FDA tidak mengharuskan pencantuman dalam label untuk glutamat dalam bahan-bahan alamiah tersebut.
Yang perlu disadari, seringkali makanan kemasan tidak mencantumkan MSG ini secara jelas. Banyak nama lain yang sebenarnya juga mengandung MSG seperti : penyedap rasa, hydrolized protein, yeast food, natural flavoring, modified starch, textured protein, autolyzed yeast, seasoned salt, soy protein dan istilah-istilah sejenis. Akibatnya, kadar asam glutamat sesungguhnya, seringkali tidak seperti yang dicantumkan. Aturan mengharuskan pencantuman komposisi dalam kemasan harus jelas agar konsumen dapat mempertimbangkannya sesuai kondisi masing-masing.
Mensikapi hasil penelitian yang masih diliputi kontroversi, ada satu kekhawatiran bahwa efek MSG ini memang bersifat lambat. Seperti pada penelitian terhadap hewan, efek tidak terjadi dalam jangka pendek, tetapi setelah konsumsi jangka panjang meski dalam dosis rendah. Sayang penelitian jangka panjang tentu saja sulit dilakukan pada manusia. Diduga, akumulasi terus menerus dalam dosis rendah ini yang perlu diwaspadai. Di sisi lain, sebenarnya berusaha beralih ke penyedap rasa alami, memang lebih baik. Meski begitu, bagi yang sudah terbiasa memang tidak mudah, karena ada semacam kecanduan terhadap efek MSG ini terhadap reseptor di otak pemberi rasa sedap.

Sumber :
Oleh : Tonang Dwi Ardyanto

BOM DAN KEAMANAN RESTORAN

Belum lagi lepas dari ingatkan kita kasus bom Bali pada tahun lalu, pada 5 Agustus 2003, sekitar jam 12.30, bertepatan dengan sidang tahunan MPR, kita dikejutkan kembali oleh Bom yang menguncang kawasan Hotel JW Marriott di lingkar Mega Kuningan. Dimana sedikitnya 14 orang dinyatakan tewas dan sekitar 149 orang mengalami luka-luka. Kalau kita lihat kasus kedua buah bom ada kesamaan yaitu terjadi di depan restoran, kalau bom Bali di depan Paddy’s Club, sedangkan kalau di Hotel JW. Marriott di depan Restoran Sailendra, ketika orang banyak makan siang di sana. Ini menjadi pertanyaan kita apakah aman makan di restoran?


Berbeda dengan kasus bom and keamanan restoran diatas, kasus keamanan pangan “food safety’ kebanyakan cepat dilupakan oleh orang, seperti beberapa bulan yang lalu kita dihentakan kembali oleh berita tentang keracunan makanan, dimana jatuh korban 19 orang di rawa buaya (Kompas, 18 Juni 2003). Kejadian-kejadian keracunan seperti di atas bukan lagi menjadi hal asing bagi kita, terutama dalam beberapa tahun belakangan . Seperti kejadian keracunan masal yang menimpa anak anak sekolah dasar akibat menyantap PMTAS /Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (Kompas 30 September 2000), keracunan makanan akibat mengkonsumsi jasa catering yang terjadi pada siswa SMP di Jawa Barat (Kompas 3 Juli 2000) dan banyak lagi kasus-kasus keracunan makanan yang terjadi pada karyawan perusahaan yang menggunakan jasa catering untuk konsumsi makanan karyawan.

Sekarang masalah keamanan pangan bukan hanya menjadi berita nasional tetapi sudah mengglobal, dengan kecangihan media komunikasi kejadian keamanan pangan di suatu negera akan segera berdampak di negera lain seperti masalah Mad Cow (sapi gila), GMO (Genetical Modified Organism), Antibiotik, Akrilamid pada penggorengan karbohidrat dan kasus dioxin menjelang pemilu tahun 1999.

Kejadian diatas kembali mengingatkan kita tentang pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap masalah keamanan pangan. Dengan banyaknya berita tentang keracunan dan keamanan pangan, masyarakat sudah mulai lebih perhatian terhadap hal ini. Dapat dilihat di mall dan resto-resto, banyak orang yang tidak percaya dengan hanya cuci tangan di westafel yang ada, dan mereka masih membawa sendiri cairan sanitasi untuk menyakinkan tangannya tersanitasi.

Sistem HACCP dan Jasa Boga

Sistem HACCP dengan terjemahan bahasa Indonesia Sistem Analisa Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis adalah sistem yang awalnya dikembangkan oleh NASA (1960), Badan Antariksa USA ini menerapkan HACCP untuk meyakinkan makanan Astronot mereka terkontrol. Coba bayangkan apa yang terjadi apabila astronot di ruang angkasa keracunan makanan? pasti akan terjadi kekacauan. Sistem ini berkembang dan digunakan pada awalnya untuk makanan kaleng, yang memang sangat kritikal masalah keamanan pangannya. Baru pada awal tahun 1990-an, Sistem ini di kenal umum untuk industri makanan di seluruh dunia.



Sistem HACCP makin dikenal ketika Standard ISO 9000: 2000 mengadopsi HACCP, yang terdiri dari: Melakukan analisa bahaya, Menentukan titik kendali kritis, Menetapkan batas-batas titik kendali kritis, Prosedur monitoring, Tindakan koreksi, Prosedur verifikasi, dan dokumentasi.
Sedangkan Industri Jasa Boga, seperti Hotel, Restoran, Kafe, Katering atau disingkat dengan istilah HoReKa, menjadi trend di Indonesia. Franchasing Jasa Boga berkembang pesat, khususnya di Jakarta dan Surabaya. Banyak ditemukan Jaringan Restoran Siap Saji dan restoran tradisional dengan nama-nama baru seperti Quick Chicken, Wong Solo, RM Padang Sederhana dan banyak lainnya.

Bagaimana Menerapkan HACCP

Hal Utama yg terpenting dalam penarapan HACCP pada jasa Boga adalah Komitmen dari Pemilik usaha atau TOP Menejemen, tanpa adanya komitmen dari pemilik, sangat sukar sekali sistem ini dapat diterapkan. Selain itu sistem HACCP tidak dapat diterapkan tanpa ada program pelatihan yang baik. Kendala pada pelatihan karyawan adalah tingkat pendidikan dari karyawan jasa boga yang rendah, kadang-kadang SMP atau malah lebih rendah lagi. Sehingga perlu dibuat pelatihan yang ‘FUN’ mudah dimengerti oleh mereka, serta untuk memicu semangat dan kompetisi dari masing-masing individu harus ada ‘insentif’ untuk yang berprestasi.

Dokumentasi atau ‘checklist’ yang digunakan harus dibuat semudah mungkin, jangan terlalu banyak hal-hal yang harus di tulis. Sebaiknya tinggal pilih Ya/ Tidak, atau hanya melingkari saja. Selain itu dokumentasi sebaiknya jangan dalam bentuk lembaran, karena kalau dalam bentuk lembaran akan mudah sekali hilang atau tercecer. Sebaiknya dokumentasi tersebut di buat dalam bentuk buku yang mudah di bawah dan di simpan dengan ‘design’ yang menarik dan berguna bagi karyawan.
Pada awal penerapan sistem ini tentu banyak kendalanya, dan tidak tiba-tiba semua akan berjalan lancar, pasti ada kekurangan atau deviasi dan tahapan-tahapan yang harus dilalui. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi dan audit untuk mengecek tingkat pelaksanaanya dan terus-menerus adanya perbaikan.

Jadi yang terpenting dalam pelaksanaan HACCP pada industri jasa Boga adalah Komitmen dari pemilik atau Top Managemen untuk menerapkan sistem ini, selain itu juga perlu adanya program pelatihan, pelatihan dan pelatihan yang kontinyu dan terpadu, dan evaluasi dari program yang diterapkan

Sumber :
Sesil Indera Kurnia
Pengamat Masalah Pangan

Kamis, 16 April 2009

BOM KULINER



Wuuiiik.!!!!
Kalau baca judulnya …sangat menakutkan bayangannya pasti ke para teroris .? bukan ..bukan ini yang akan di ulas adalah masalah dunia katering juga kok, kalau bom beneran itu kayak yang di café grill fish Jimbaran wau…bener bener ngeri.
Sangat nyata sekali sekarang sedang berlangsung dan sepertinya gak akan berhenti semua berebut untuk melakukan dengan menarik perhatian dengan caranya masing masing, karena memang benar benar hampir semua masyarakat sangat antusias untuk melihat semua ini sampe sampe ada yang melakukan 7 hari penuh bahkan sampe ada yang mempertontonkan 2 kali dalam 1 hari. Memang beda tema/kemasan tetapi tetap usaha yang berkisar di dunia kuliner.
Salah satunya stasiun TV ini dikemas menjadi sedemikian rupa sehingga tidak hanya sebagai sebuah pembelajaran/informasi tetapi hiburan yang sangat menarik artis papan atas juga mulai banyak yang jadi chef dadakan untuk menjadi hostnya, terbukti dari jam tayangnya ada di jam yang ratingnya lumayan sehingga sponsor juga berebut untuk mensuport acara kuliner di stasiun TV Indonesia.

Kenapa saya memilih istilah Bom karena dengan dengar suara ledakannya saja sudah bikin keder apalagi kena langsung ….kebayangkan akibatnya, nah sekarang siapa yang kepengen kena BOM KULINER ..??? karena saya sudah merasakan sekarang akibat dari serangan bom kuliner sangat membantu dalam usaha katering saya apalagi mulai sering ditayangkan yang seputar katering karena tidak hanya katering di kota besar saja yang diangkat tetapi katering daerah juga mulai diangkat kelayar kaca.
Mudah mudahan dengan makin banyak acara TV seperti ini akan makin banyak lahir teroris katering untuk bikin bom usaha kuliner mulai dari yang bersekala kecil maupun besar, menjadi pejuang bangsa dalam mengatasi angka pengangguran dan upaya menciptakan lapangan pekerjaan.

Sabtu, 21 Maret 2009

USAHA KATERING DARI HOBBY MENJADI SEBUAH PROFESI

Kita tahu bahwa masih sangat jarang di Negara kita ini usaha Katering dilakukan oleh seorang yang memang sekolah khusus di jurusan Culinery, dari sekolah begitu lulus langsung bikin usaha Jasa Boga khususnya usaha catering. Sementara yang ada begitu lulus langsung bikin surat lamaran kerja dan sibuk beli perangko untuk kirim surat lamaran ke perusahaan dengan harapan dapat panggilan. terus nunggu ee.. siapa tahu diterima ..? uhh..cari lapangan pekerjaan lagi judulnya. Padahal banyak usaha catering yang berhasil/sukses. lagian pasarnya untuk usaha catering masih luas dan belum banyak yg garap, memang ada sih usaha catering tetapi pelakunya adalah orang yang cuman punya ilmu pas pasan cuman karena hobynya masak…e..e terus malah keterusan jadi sumber penghasilan… hmm bikin lapangan pekerjaan judulnya …memang Negara yang aneh ..?

Ada sedikit cerita mengenai pengalaman saya pribadi ceritanya seperti ini, sejak kelas 6 SD sudah kost di Surabaya yang pasti sudah bisa ditebak khan pasti lebih banyak puasa atau ngutang kalau soal makan he..he kasihan ya nasib anak kost, tapi pada waktu kelas 3 SMP saya dengan 2 orang saudara akhirnya dikontrakan sebuah rumah kecil agar biaya kost bisa lebih hemat maunya ORTU. Kenyataannya memang benar biaya bisa ditekan lebih murah tapi tetap aja kalau masalah untuk makannya? Untungnya rumah itu punya dapur kecil maka saya memutuskan kalau mau makan masak sendiri lumayan nih bisa ngirit rencananya, tapi yang jadi masalah baru pengetahuan menganai masak memasak 0 besar, jadinya puyeng lagi deh …$#$...%*&..^%^%$#@..#$@.. maka sementara masak sebisanya dulu.
Mulailah dari sini terpaksa saya ngumpulin kliping resep masakan biar gak cuman itu-itu aja yang jadi santapan rutin setiap hari apalagi udah duit ngepas terus menu makanan juga ngepas alias gak pernah berubah…tempe / tahu goreng, telur ceplok / dadar, mie instant paling mewah goreng ikan pindang …uhh lauknya meong (kucing garong) he..he..he. Jaman tahun segitu masih susah informasi mengenai resep masakan gak seperti sekarang hampir semua Stasion TV punya acara culiner belum lagi Tabloid culiner seabrek judulnya, tetapi walaupun hanya dengan kliping majalah atau Koran akhirnya dunia memasak sudah menjadi bagian rutinitas setiap hari kalau mau makan.
Setelah lebih dari tiga tahun sekitar masa SMA mulai nih experiment menu kalau mau makan biar gak bosen yang biasanya goreng telur / bikin mie instant dengan resep standart sekarang dimodifikasi tapi tetap ala anak kost masalahnya belum kenal yang namanya om Chef/Pak Koki restoran, dan Kebiasaan itu tanpa sadar mulai berubah menjadi hobby kalau saya lagi main kerumah saudara atau temen yang ada acara masak uhhh…mulai dah berlagak jadi ahli masak…( and lebih banyak gagalnya dari pada suksesnya…sering kena damprat ha..ha..ha) duh malu maluin kalau inget masa lalu. Tapi karena semua itu sekarang akhirnya berbuah hasil yang tidak disangka karena sekarang Profesi saya adalah pengusaha katering padahal latar belakang pendidikan saya sangat jauh dari dunia culinary di Ekonomi jurusan ilmu PERBANKKAN sekolah yang saya tempuh apalagi sejak kecil tidak pernah bercita cita / mimpi kedunia masak memasak.
Pada waktu Indonesia mengalami krismon, saya kehilangan lapangan pekerjaan dan tahun 2000 harus memutuskan untuk menciptakan lapangan pekerjaan akhirnya saya memutuskan usaha catering. Hanya dalam waktu hitungan tahun yg relatif pendek usaha katering saya Allhamdullilah lancer-lancar saja, berarti ini bukti bahwa usaha katering dalam waktu singkat sebenarnya juga menjanjikan.
Nah bisa kebayang kan kalau Ibu-Ibu rumah tangga yang kerjanya tiap hari masak untuk keluarga mulai dari belum punya anak sampai anaknya lulus sarjana, pasti pengalaman mengenai masak-memasak kalau dibuat buku bisa jadi satu perpustakaan…iya gak? Kalau gitu sebenarnya Ibunya juga sudah lulus sarjana dong jurusan memasak…gelarnya mungkin yg cocok SD (sarjana dapur). Sekarang tinggal bagaimana caranya mulai membuat hobby menjadi sebuah Profesi, yang penting bagi mereka yang mau usaha catering harus bisa membedakan usaha catering karena hobby atau hobby yang dijadikan profesi.

Senin, 09 Maret 2009

KENAPA USAHA KATERING MENJANJIKAN

Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa pada situasi sekarang semua orang berusaha untuk meningkatkan ekonomi dan mencari pendapatan baru dengan melakukan usaha sendiri (wirausaha), entah mereka yang akan / sudah pensiun, usaha sampingan sebagai tambahan penghasilan, korban PHK atau para pemula yang baru lulus sekolah dan belum dapat pekerjaan, Ibu rumah tangga yang ingin membantu ekonomi keluarg bahkan yang hanya menyalurkan hobby saja tapi akhirnya berharap menjadikan sebuah bisnis.
Usaha makanan terutama untuk katering mulai banyak dipilih karena dianggap mempunyai untung yang besar dan pasarnya sangat luas ( banyak muncul katering dadakan…) memang benar paling tidak dengan usaha ini bisa ikut makan dan untuk membantu biaya rumah tangga sehingga tidak perlu memakai pendapatan tetap (gaji sebagai karyawan)…kata sebagian orang…iya juga sih asal usahanya jalan, padahal kalau kita menjalankan usaha ini dengan benar tidak hanya bisa ikut makan dan biaya sehari-hari bahkan ada yang bisa beli mobil,rumah…dll...

Tetapi lebih banyak yang tidak berhasil dalam mewujudkan cita cita / mimpi karena dalam memilih jenis usaha dan membuat konsepnya tidak tepat, kadang orang hanya ikut-ikutan saja dalam memilih usaha seperti yang sudah banyak terjadi contohnya : Pada suatu dekade sedang rame orang menjalankan usaha ikan Lohan, Jangkrik, Udang Lobster air tawar yang penghasilannya sangat menjanjikan dan biasanya yang menjalankan usaha tersebut para malah pakar dalam ilmunya. Sehingga masyarakat yang sedang mencari peluang akan tertarik dengan usaha yang ditawarkan pada saat itu tetapi tidak sampai kurun beberapa lama semuanya akan hilang lagi.
Ini semua mencerminkan bahwa pelaku usaha yang seperti ini tidak jeli dalam melihat peluang bisnis, sebenarnya tidaklah susah jika kita mau jeli terhadap lingkungan sekitar kita yang kadang tidak disadari, coba kita amati usaha apa saja yang ada di sekitar kita. Apakah ada yang jualan makanan entah dalam sekala kecil Warung kopi, kaki lima, gerobak dorong , Warung makan permanen, Restoran, Bakery pasti ada salah satu dari semua itu bahkan mungkin semuanya ada, indikator yang paling nyata di semua stasiun TV ada di Indonesia pasti ada acara mengenai usaha Jasa Boga yang hebat lagi satu stasiun TV memiliki beberapa acara kuliner bahkan didalam sebuah acara kadang disisipkan kuliner ….wuiih lihat betapa dahsyatnya peluang usaha Jasa Boga di muka bumi ini.
Semua indikator diatas tadi menunjukan bahwa dimana masih ada manusia hidup pasti usaha Jasa Boga tetap hidup, nah ….kalau sudah begini tidak salah kita memilih jenis usaha ini tetapi untuk semua itu perlu pengetahuan mengenai usaha Jasa Boga. Mari coba kita pilih usaha Jasa Boga mana yang paling mungkin kita pilih untuk sebagai sebuah usaha karena banyak macam jenisnya dalam usaha ini.
Saya memilih usaha katering karena sudah mencoba segala macam bentuk jenis usaha kuliner yang silih berganti mulai dari jual pecel di atas trotoar,ayam bakar,pisang goreng,es kelapa muda sampai bikin kafe, menjalankan restoran milik orang lain, dari pengalaman saya selama 10 tahun menjalankan usaha katering membuktikan tidak harus memiliki latar belakang sekolah kuliner, karena walaupun seorang pakar dalam bidang kuliner ( Chef ) belum menjamin mampu / bisa membuat usaha katering…mau bukti coba survey dari semua usaha Jasa Boga di kota anda ada berapa orang Chef yang mempunyai bisnis kuliner terutama khususnya jasa catering pesta….kenapa ya..? yang punya usaha ini malah kebanyakan tidak mempunyai latar belakang sekolah kuliner….pada kemana mereka lulusan sekolah kuliner…?
Padahal kalau kita mau lihat hitungan diatas kertas usaha ini sangat menjajinkan Coba kita lihat catering untuk pesta perkawinan pada bulan tertentu sampe kewalahan menerima order selain setiap bulan selalu ada, mereka yang mengadakan pesta perkawinan semua membutuhkan jasa catering ,tetapi banyak yang tidak terlayani. Kenapa? mungkin karena kapasitas produksinya sudah penuh atau harga yang tidak terjangkau.
Kalau kita mau lihat permintaan yang tinggi indikatornya banyak sekali, contohnya : banyak Wedding organize, jasa rias, jasa foto video, majalah yg isinya Wedding, jasa MC, sewa mobil pengantin, sewa gedung untuk pesta, dll. banyak muncul bak kacang goreng, semua adalah sarana untuk mengadakan pesta perkawinan.
Tidak setiap sebuah pesta perkawinan acara yang paling ditunggu adalah sajian makanannya betul tidak….???? Jarang orang datang ke sebuah pesta perkawinan menanyakan, Pengantinnya sewa mobil dimana,.Beli baju dimana,.. Siapa periasnya, …dari acara pesta yang butuh waktu hanya sekitar 2-3 jam pelaksanannya 80 % dari waktu itu untuk menikmati hidangan.
Pemilik acara sengaja mengundang untuk makan bersama padahal biaya untuk pemesanan catering masyarakat kita punya budaya untuk mengadakan pesta acara perkawinan adalah wajib karena dianggap upacara yg sakral dan dilakukan sekali dalam hidup, kita bisa berhitung berapa usia yang siap menikah di kota kita dan ada berapa perusahaan jasa catering pesta yang ada, segmen pasarnya dibagi 3 yaitu pasar atas, menengah dan bawah….. bisa kebayangkan peluang usaha yang menjanjikan ini, masih banyak peluang lain dari jenis usaha jasa katering seperti : acara seminar, Untuk balai pelatihan Instansi pemerintah, karyawan kantor ( Bank ), Karyawan industri ( pabrik), dll.
Peluang di segmen bawah sudah mulai popular sekarang di beberapa kota seperti pengusaha kecil penyedia nasi bungkus untuk segmen paling bawah yang dengan harga sebungkus Rp 1 000 – Rp 3 000 sering disebut sego kucing (Jawa), nasi janggo ( Bali ) di beberapa counter disudut pusat perbelanjaan di Surabaya ( mall )sudah ada yang menjual nasi kucing untuk mereka yang segmen menengah ke atas yang kepingin mencicipi nasi kucing tapi gak perlu beli dipinggir jalan bareng tukang becak…aneh ya manusia, tapi ini kenyataan yang ada.
Benarkan usaha catering menjanjikan.
Ayo dimulai kapan untuk usaha catering………….nunggu kapan lagi.
Selamat membuat usaha dan Sukses.