Tampilkan postingan dengan label WIRA USAHA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WIRA USAHA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Mei 2014

FESTIVAL KENDURI NUSANTARA

Festival Kenduri Nusantara adalah acara yang jangan di lewatkan oleh mereka yang merasa sebagai Pengusaha Katering atau calon Pengusaha Katering, juga masyarakat umum terutama masyarakat pecinta kuliner yang berdomisili di sekitar JAKARTA karena ada  ... " FESTIVAL KENDURI NUSANTARA " juga ada Pameran industri jasaboga, pemecahan rekor Muri, Artis lomba masak dan banyak acara lainnya juga infi bisa klik di www.kendurinusantara.com  atau jelasnya seperti ini 


Jangan lupa tanggalnya karena banyak info yang bisa di dapat disana untuk bagaimana cara membuka usaha katering, selamat berkenduri ria.

Kamis, 08 Mei 2014

AFTA TAHUN 2015 DIBERLAKUKAN SERENTAK APAKAH USAHA KATERING SUDAH SIAP MENGHADAPI



Penerapan penuh AFTA 2015 mencakup 10 negara anggota ASEAN (Brunei, Indonesia, Malaysia, Fillipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja) serta negara negara yangv telah menandatangani perjanjian bilateral (China, Jepang, Korea, India, Australia, dan Selandia Baru)
Memiliki tujuan yang menjanjikan iklim perekonomian diantaranya: pasar kolosal menihilkan tarif impor secara total, ASEAN Master Plan menghubungkan negara-negara ASEAN dengan infrastruktur bangunan (jalan, jembatan, dan lain-lain), kerjasama dibentuk memberi kesempatan kerja yang saling mendukung dalam pertukaran SDM dan perjanjian bilateral dengan enam negara non-ASEAN di Pasifik memberi kesempatan free trade yang lebih menguntungkan.
Penerapan penuh AFTA 2015 mencakup 10 negara anggota ASEAN (Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja) serta negara-negara yang telah menandatangani perjanjian bilateral (China, Jepang, Korea, India, Australia, dan Selandia Baru).

Memiliki tujuan yang menjanjikan iklim perekonomian diantaranya: pasar kolosal menihilkan tarif impor secara total, ASEAN Master Plan menghubungkan negara-negara ASEAN dengan infrastruktur bangunan (jalan, jembatan, dan lain-lain), kerjasama dibentuk memberi kesempatan kerja yang saling mendukung dalam pertukaran SDM dan perjanjian bilateral dengan enam negara non-ASEAN di Pasifik memberi kesempatan free trade yang lebih menguntungkan.

Menyadari akan perubahan iklim perekonomian ini, baik kondisi perekonomian nasional maupun global yang terus menerus , maka LEMBAGA SERTIFIKASI JASABOGA INDONESIA ( LSP-JBI ) menjawab tantangan perubahan tersebut dengan menghasilkan para SDM unggul dan mampu berkontribusi dalam dunia Jasaboga  serta menjawab kebutuhan SDM yang berkualitas dan bersaing.

Sesuai Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi Republik Indonesia Nomor : Kep.318/MEN/IX/2007



Standar kompetensi bidang industri jasa boga dirancang berdasarkan tuntutan perubahan kebutuhan pasar kerja, yang akan digunakan sebagai acuan untuk melatih dan mendidik angkatan kerja yang memiliki keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja yang diperlukan oleh industri jasa boga. Pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan perubahan yang sangat cepat pada teknologi, cara kerja, tuntutan selera pelanggan, sosial, ekonomi dan lingkungan budaya baik secara nasional maupun internasional.Dengan adanya standar kompetensi ini, merupakan salah satu acuan agar lembaga pendidikan/pelatihan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta lembaga sertifikasi profesi dapat melakukan proses sertifikasi melalui uji kompetensi dengan benar.
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang selanjutnya disingkat SKKNI, adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta  sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Unit-unit yang terdapat dalam standar kompetensi ini dapat digunakan sebagai perangkat untuk membantu manajemen dan operasional di industri, antara lain:
1.            Pengembangan deskripsi pekerjaan berdasarkan kompetensi.
2.            Pengembangan Standar Operasional Prosedur.
3.            Pengembangan Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
4.            Proses Assesemen (pengujian, pengetahuan, ketrampilan dan    sikap).
5.            Pengembangan jalur karir (jenjang jabatan).
6.            Pengembangan program pelatihan.
Standar kompetensi ini tersusun melalui proses penyusunan, konsultasi dan diskusi dengan para ahli / pakar antara lain dari Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) bersama stakeholder terkait serta masukan dari ahli, pakar yang telah berpengalaman. Tim penyusun standar kompetensi bertugas mengidentifikasi dan menganalisis pengetahuan, keterampilan dan sikap yang aktual yang diperlukan pada sektor industri jasa boga, yang dilanjutkan dengan proses pra konvensi dan konvensi untuk disepakati menjadi standar nasional.
Untuk keperluan pelaksanaan sertifikasi kompetensi bidang jasa boga melalui uji kompetensi, lembaga yang berwenang untuk melaksanakan sertifikasi tenaga kerja dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang ditunjuk berdasarkan ketentuan yang berlaku.  

Dengan demikian, meskipun banyak kalangan yang mengatakan bahwa Indonesia kurang siap dalam menghadapi AFTA, tetapi kita sudah “menandatangani” kesepakatan itu. Dan meskipun kondisi perekonomian makro Indonesia (mungkin) belum sepenuhnya mendukung Indonesia dalam memasuki AFTA, namun Indonesia harus tetap konsekwen dengan perjanjian yang telah disepakati. Agar mampu bersaing, maka Indonesia harus segera melakukan beberapa strategi tersebut secara simultan dan berkesinambungan. Dan yang terpenting adalah menggerakkan peran aktif masyarakat sehinga bisa menghadapi tantangan maupun memanfaatkan peluang adanya AFTA.
Semoga!

PENGURUSAN SURAT IJIN MENDIRIKAN CATERING



Untuk mendirikan usaha Catering berkas perusahaan harus dipersiapkan lebih dulu agar usaha anda nanti berjalan tanpa kendala, berkas apa saja yang harus kita siapkan lebih awal :

1. Akte perusahaan 
2. NPWP
3. SIUP
3. TDP ( Tanda daftar perusahaan )

ini adalah berkas perusahaan (legalitas) yang mutlak harus di miliki oleh perusahaan jasa Catering, setelah itu masih ada lagi  jika sudah berproduksi seperti , surat halal, ijin dari Dinas Kesehatan, Ijin Reklame dll.
Jangan kuatir atau merasa banyak sekali berkas yang harus diurus asal tahu urutannya tidak akan sulit, jadi pertama untuk mengurus Akte cukup ke Notaris saja sudah selesai, NPWP cukup ke kantor pajak dan sudah disediakan form kita tinggal mengisi biasanya 2 hari kita sudah memiliki nomor NPWP, tetapi kalau mengurus SIUP dan TDP langkah awalnya adalah mulai dari RT mengurus surat pengantar untuk Domisili perusahaan, kemudian minta stempel RW dan menerbitkan surat Domisili Perusahaan di Kantor Kelurahan.
Surat Domisili Perusahaan ini yang harus kita sertakan dalam kepengurusan SIUP dan TDP.

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat dapat membantu rekan-rekan yg sudah menjalankan bisnis Catering tetapi belum mengurus berkas perusahaan (legalitas Perusahaan) atau yang akan menjalankan usaha Catering, Cafe, Restoran, dll sehingga segera dapat mengurus.

Selasa, 23 Juni 2009

MANFAAT SERTIFIKAT HALAL PADA USAHA KATERING

Tidak hanya produksi makanan dari pabrikan saja yang perlu menyertakan sertifikat halal pada kemasan produksinya tetapi untuk ikut masuk dan berkompetisi kedalam pasar yang konsumennya adalah mayoritas Muslim pengusaha catering perlu mempertimbangkan label halal, karena kenyatannya prosentase dari permintaan pasar terhadap hasil produksi harus menyertakan sertifikat halal maka seharusnya bagi usaha katering memiliki sertifikat tersebut.

Negara Indonesia yang mayoritas adalah muslim berarti memiliki sertifikat halal adalah keputusan yang tepat dan membuat sertifikat halal wajib bagi usaha catering yang pengusaha / pemiliknya juga Muslim, karena selain untung yang didapat nantinya juga pahala yang menjadi miliknya,…hhmm ya ya ..berarti secara bisnis usaha catering pasti lebih menguntungkan jika memiliki sertifikat halal..!!! karena kesempatan dan luasnya pasar sangat besar di Republik tercinta ini.

Sekarang yang jadi pertanyaan bagaimana cara mendapatkan sertifikat halal, proses pengurusannya, dan berapa biayanya, kalau untuk usaha catering yang memiliki jumlah menu banyak bagaimana .? apakah biayanya dihitung setiap menu atau 1 sertifikat untuk keseluruhan dari menu yang dimiliki, karena kalau harus setiap menu dikenakan biaya berarti pengaruh juga ke total biaya… berarti mahal…?


“Kutipan sebagian dari buku panduan sertifikat halal “

PANDUAN
SISTEM JAMINAN HALAL

Sejak diterbitkannya Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan, Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan, Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Instruksi Presiden RI Nomor 2 Tahun 1991 Tentang Peningkatan, Pembinaan dan Pengawasan Produksi dan Peredaran Makanan Olahan dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 69 Tahun 1999 Tentang Label dan Iklan Pangan maka kehalalan makanan, minuman, obat, kosmetika dan produk lainnya yang semula hanya diatur dalam kitab fiqh kini diatur dalam Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yang merupakan paradigma baru dalam pengaturan kehalalan produk. Sebagai konsekuensi logis dari perubahan paradigma tersebut, jaminan kepastian hukum terhadap kehalalan produk dan perlindungan terhadap konsumen maupun produsen selain menjadi tanggung jawab pribadi dan ulama, juga menjadi tanggung jawab Pemerintah cq Departemen Agama. Hal tersebut lebih ditegaskan lagi dalam GBHN Tahun 1999 dan Undang-undang Otonomi Daerah Nomor 22 Tahun 1999 bahwa agama yang didalamnya termasuk pembinaan jaminan produk halal menjadi tugas pokok Departemen Agama dan tidak diotonomikan."
Dalam perkembangan selanjutnya kehalalan suatu produk juga diatur dalam Codex, suatu organisasi dunia yang mengatur sistem perdagangan internasional. Dengan demikian kehalalan produksi makanan, minuman, obat dan kosmetika serta produk halal lainnya bukan saja menjadi masalah intern umat Islam tetapi sudah masuk pada sistem produksi dan perdaganagan internasional yang didukung oleh semua negara. Oleh karena itu negara produsen saling berlomba dalam menerapkan sistem produksi halal untuk meningkatkan pangsa pasarnya.


PENENTUAN TITIK KRITIS KEHARAMAN PRODUK
Untuk mencegah terjadinya penyimpangan alam proses produksi halal, perusahaan perlu mengetahui dan menentukan titik-titik kritis keharaman produk. Titik kritis keharaman tidak hanya mencakup bahan-bahan yang digunakan tetapi juga tahapan proses yang mungkin berpengaruh terhadap kehandalan produk.
Bahan-bahan yang dijadikan titik kritis adalah bahan-bahan yang mempunyai kemungkinan berasal dari bahan haram maupun yang mungkin menggunakan bahan haram atau najis dalam proses pembuatannya. Selain itu diidentifikasi pula kemungkinan terkontaminasinya produk dengan bahan haram atau najis dalam tahapan produksi secara keseluruhan mulai dari pembelian bahan, penerimaan bahan, produksi, penggudangan (bahan maupun produk akhir) sampai transportasi.
Setelah titik kritis keharaman produk ditentukan, selanjutnya dibuat prosedur monitoring, prosedur koreksi, sistem pendataan dan prosedur verifikasi.


PEMERIKSAAN JAMINAN PRODUK HALAL

Untuk dapat melakukan pemeriksaan terhadap produk halal, pelaku usaha terlebih dahulu mengajukan permohonan kepada MUI dengan tembusan kepada Menteri, disertai dengan dokumen yang diperlukan. Selanjutnya auditor yang diberi tugas akan melakukan pemeriksaan terhadap hal-hal sebagai berikut :
a. Cara penyembelihan hewan halal;
b. Asal usul bahan baku.
c. Bahan tambahan.
d. Bahan penolong.
e. Proses produksi.
f. Penyimpanan.
g. Pendistribusian, dan
h. Penyajian.


STANDARD OPERATING PROCEDURE HALAL
(SOP HALAL)

Kebijakan-kebijakan perusahaan tentang produksi halal yang diuraikan dalam Manual Halal selanjutnya dijabarkan secara teknis dalam bentuk Standard Operating bagian atau bidang yang terkait dengan proses produksi halal. Sebagai contoh adalah sebagai berikut :
1. SOP untuk bagian purchasing diantaranya menguraikan prosedur penentuan atau penggantian . supplier bahan.
2. SOP untuk bagian R & D diantaranya menguraikan prosedur perubahan formula, penggantian bahan, pengembangan produk.
3. SOP untuk bagian QA/QC diantaranya menguraikan prosedur penggunaan bahan baru.
4. SOP untuk bagian produksi diantaranya menguraikan prosedur pencatatan produksi halal, pemisahan line halal dan non halal jika ada, identifikasi produk.
5. SOP untuk bagian penggudangan Diantaranya menguraikan prosedur tata cara penerimaan bahan, identifikasi khusus yang perlu diperhatikan (kecocokan antara dokumen dengan barang), pencatatan bahan, pencatatan keluar- masuk bahan.
6. Dan lain - lain.


PENYEMBELIHAN HEWAN

Bahan-bahan produk halal baik bahan baku, bahan tambahan maupun bahan penolong yang berasal dari hewan halal harus melalui proses penyembelihan yang sesuai dengan syari'at Islam kecuali belalang, serangga dan hewan yang hidup dalam air yang dapat dilakukan secara langsung atau dengan bantuan alat staning.
Apabila penyembelihan hewan tersebut dilakukan secara langsung maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Hewan yang disembelih dalam keadaan hidup;
b. Disembelih satu per satu secara manual dengan menyebut nama Allah (Bismillahi Allahu Akbar), dan tidak menyebut nama selain Allah;
c. Disembelih dengan alat penyembelihan yang tajam dan mudah untuk memutuskan urat-urat lehernya sehingga darah dapat menyembur keluar dengan lancar.
d. Disembelih pada leher tepat pada saluran pernafasan (hulqum), saluran makanan (marik) dan urat nadi (wadujain) dan urat-urat tersebut harus putus.
e. Disembelih tanpa mengangkat alat penyembelihan sebelum saluran pernafasan, saluran makanan, dan urat nadi putus.
f. Sebelum disembelih tidak boleh diberi minum air berlebihan (digelonggong), disiksa atau disakiti.

Disamping itu petugas yang akan melakukan penyembelihan hewan halal secara langsung tersebut harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Muslim yang taat.
b. Baligh.
c. Memiliki pengetahuan yang baik dan benar tentang Syari'at Islam sekurang-kurangnya mengenai penyembelihan hewan halal dan memilki ketrampilan teknis penyembelihan yang dibuktikan dengan sertifikat izin menyembelih hewan halal.
d. Mampu mengucapkan Bismillahi Allahu Akbar secara fasih.
e. Sehatjasmani dan rohani.
f. Bebas dari luka, penyakit kulit atau penyakit lain yang dapat mencemari produk.
Apabila penyembelihan hewan dilakukan dengan bantuan alat staning maka harus mengikuti petunjuk Menteri Agama yang didasarkan atas fatwa MUI.


Mudah mudahan sebagian kutipan informasi dari buku panduan sertifikat halal ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan dan dengan memiliki sertifikat halal berarti siap bersaing dalam pasar bebas.

Kamis, 28 Mei 2009

DANGER ZONE, PENGARUH BAKTERI PADA MAKANAN MASAK

Kita tahu bahwa hasil masakan yang sudah matang sering terjadi bau atau pembusukan, padahal sudah merasa benar dalam cara penyimpanan tetapi hal itu masih sering terjadi tanpa tahu penyebab pastinya, dan yang paling sering terjadi makanan dalam jumlah banyak seperti dalam usaha catering makanan baru dimasak beberapa jam saja sudah berkeringat / berlendir dan bau…? uuuhh…acara belum dimulai malah masalah baru sudah datang sedangkan untuk bagian produksi udah gak ada waktu lagi buat masakan baru.

Proses pembusukan tesebut diakibatkan oleh bakteri ini yang sampai sekarang banyak belum dipahami kebanyakan orang pada usaha katering, apa lagi di tempat acara masakan yang sudah di packaging / kemas dalam proses pengiriman sudah bukan ditangani lagi oleh bagian produksi tetapi oleh bagian penyajian yang kebanyakan dari casual / out-sourcing (tenaga tambahan cabutan hanya kalau ada acara saja dipanggil) yang pemahaman mereka terhadap perlakuan makanan hasil masakan masih sangat minim.

Makanan masak merupakan media yang paling cocok untuk tumbuh dan berkembang karena makanan mempunyai suasana yang cocok untuk hidupnya sehingga bisa menjadi banyak jumlahnya.
Diantara bakteri terdapat beberapa bakteri yang bisa menghasilkan racun (toksin), ada racun yang dikeluarkan oleh tubuhnya (eksotoksin) dan ada yang menyimpan dalam tubuhnya (endotoksin/enterotoksin). Padahal dalam makanan ada kandungan enzyme apalagi pada sayuran dan buah.

Bakteri untuk dapat hidup dan berkembang banyak membutuhkan media sebagai berikut, suasana yang banyak makanan (protein), air (moisture), pH normal (6,8 – 7,5), suhu optimum 10 derajat – 60 derajat Celcius, dan tidak ada pesaingnya, media ini kadang tanpa disadari malah kita yang menyiapkan semua ini karena kurangnya informasi mengenai bakteri yang mempengaruhi terhadap makanan masak.

Situasi yang mendukung pertumbuhan bakteri pada makanan masak.

Kadar air makanan :
Bakteri akan hidup nyaman pada air bebas yang terdapat pada makanan seperti, sayur berkuah, larutan gula yang encer, uap air, situasi ini akan mendukung bakteri untuk hidup. Bakteri tidak dapat hidup pada air yang terikat dengan molekul makanan seperti garam, madu, dodol, sirop, larutan gula yang jenuh.

Jenis makanan :

Sebagian besar tubuh dari bakteri adalah air dan protein oleh karena itu makanan yang mengandung air dan kadar protein tinggi sangat membantu untuk membuat bakteri hidup subur, yang perlu dipahami adalah jenis makanan yang digemari bakteri :

Makanan yang mengandung protein seperti : susu, daging, telur, dll adalah jenis yang disukai bakteri juga pada makanan yang sudah dimasak (olahan) makanya menjadi cepat busuk / rusak ( perishable food ).

Suhu makanan :
Bakteri sangat cocok untuk berkembang pada suhu 37 derajat dalam suhu ini bakteri akan sangat cepat, pada suhu yang lebih panas atau lebih dingin akan memperlambat pertumbuhan bakteri, pada suhu 60 derajat bakteri tidak akan tumbuh sama sekali dan muali mati. Jadi yang harus diperhatikan dan diwaspadai untuk makanan hasil masakan adalah pada suhu 10 derajat – 60 derajat karena ini sangat berbahaya ………….DANGER ZONE .


Kamis, 21 Mei 2009

SURAT IJIN USAHA KATERING

Dalam menjalankan usaha katering memang idealnya surat perijinan usaha dimiliki sesuai dengan persyaratan dan peraturan pemerintah, walaupun banyak yang berangkatnya dari hobby tetapi tidak ada salahnya mengurus legalitas perusahaan. Karena nantinya bila mendapat pekerjaan dari instansi Pemerintah persyaratan kelengkapan ijin usaha sangat dibutuhkan dan yang paling harus diperhatikan adalah memiliki NPWP ( nomor pokok wajib pajak ) dengan membayar pajak berarti usaha katering yang dijalankan ikut membangun Negara ini….jaman segini belum punya NPWP apa kata dunia…?????.





Sedikit informasi bahwa sekarang ada peraturan pemerintah bahwa untuk melakukan jual-beli tanah harus mempunyai NPWP, fiscal keluar negeri juga begitu dll…yah jadi tidak ada salahnya mulai sekarang mengurus NPWP …ngurusnya susah ?, pake bayar ?, prosesnya lama ? …. Jawabannya adalah semua tidak benar karena pengalaman saya mengurus cukup dengan KTP hari itu juga selesai dan GRATIS, sekarang disetiap kantor pajak ada informasi yang bisa didapat langsung dari AR (acount representative) kayak coustumer servis di Bank, mereka digaji untuk menjelaskan kepada masyarakat jadi gak usah segan kepada mereka tanya terus sampe jelas…bila perlu tiap hari mereka malah seneng berarti mereka ada kerjaan…he he he itung itung kursus gratis tul gak..!

Untuk mengurus dokumen surat ijin usaha harus sesuai urutannya karena memang begitu aturan mainnya dan prosesnya gampang pokoknya yang mengurus punya KTP semua beres, urutan mengurusnya adalah:

- Memilki KTP
- Bikin surat domisili usaha ke RT-RW terus Kelurahan
- Ijin HO
- AKTE perusahaan di Notaris
- NPWP di Kantor pajak
- SIUP ( surat ijin usaha perusahaan ) di Dinas Parawisata
- TDP ( tanda daftar perushaan ) di Dinas Perindustrian

untuk melengkapi dokumen surat ijin usaha katering bisa dilakukan sambil jalan yang penting RT-RW dulu kalau sudah lengkap dan usahanya berjalan baik sesuai rencana jangan lupa menjadi anggota APJI (asosiasi perusahaan jasa boga Indonesia), untuk mendapat pekerjaan di perusahaan swasta terutama PMA mulai tahun 2009 sudah mulai meminta persyaratan dilengkapi dengan sertifikat APJI.
Untuk mendapatkan sertifikat APJI kelengkapan yang harus melengkapi dokumen sebagai berikut :



PERSYARATAN UNTUK PERUSAHAAN
MENJADI ANGGOTA DAN MENDAPATKAN
SERTIFIKAT
“ASOSIASI PERUSAHAAN JASA BOGA INDONESIA”
“ Certificate of Ordinary Member “

- Memiliki usaha yang berkaitan dalam dunia Jasa Boga
Seperti : catering,kantin,sewa peralatan,supplier,pelaminan (dekorasi)
dan Jasa Boga lainya.
- Mengisi Formulir keanggotaan
- Melampirkan foto copy perijinan dan legalitas
- Akte perusahaan yang bergerak dibidang JasaBoga
- Surat Ijin Usaha dari Departemen Parawisata
- Tanda Daftar Perusahaan ( TDP ) dari Departemen Perindustrian
- NPWP & PPh Departemen Keuangan
- Surat Keterangan Domisili Perusahaan
- Surat persetujuan lingkungan / tetangga ( HO )
- Sertifikat Hygiene Sanitasi Jasa Boga dari dinas Kesehatan
- Foto copy KTP Pemilik perusahaan / Direktur
- Membayar uang pangkal sesuai klasifikasi perusahaan
- Membayar iuran wajib 1 tahun pertama sesuai klasifikasi perusahaan
( Kep Men Kes 715 tahun 2003 )
- Membayar iuran sukarela


Dengan mempunyai kelengkapan dokumen ijin usaha katering berarti sudah bisa mencari order di istansi Pemerintah atau Perusahaan Modal Asing (PMA) atau paling tidak persiapan untuk 5-10 yang akan datang bila nantinya sudah diberlakukan peraturan tidak perlu mengurus lagi, dan yang perlu di ingat sekarang Negara kita sudah masuk di masa era pasar bebas jadi siapa saja dan dari negeri mana saja bisa bersaing bebas mencari pekerjaan jasa boga di Indonesia.
Kebayang gak…kalau kira kira yang melayani pesta di gedung gubernuran tapi yang melayani kateringnya cabang perusahaan dari Malasiya atau singapura, menunya ada rujak cingur yang bikin kokinya orang Phillipina….uhhh kacau dunia…..
Masalah ini perlu dipikirkan mulai sekarang, semoga sukses





Kamis, 14 Mei 2009

USAHA KATERING BISA MENDAPATKAN UNTUNG BESAR ASAL SERIUS DAN TERORGANISIR

Untuk memulai sebuah USAHA KATERING tidak perlu memulai dengan melakukan investsi yang besar, untuk menjalankan dari awal bisa dengan modal yang relatif kecil anda bisa coba dengan merencanakan menerima pesanan prasmanan yang jumlahnya tidak banyak sekitar 25 sampai 50 pax. dengan menu tidak terlalu banyak ragamnya atau nasi box.

Pemesan yang jumlahnya tidak terlalu besar biasanya bisa didapat dari saudara, teman, tetangga, atau kelompok sosial disekitar rumah.


Karena dengan jumlah pesanan kecil dapat memanfaatkan dapur rumah agar biaya investasi bisa ditekan sekecil mungkin, seperti sebagian peralatan masak dan biaya operasional memanfatkan milik sendiri.

Membuat daftar peralatan masak milik sendiri yang bisa dimanfaatkan :

Lokasi masak : Dapur milik sendiri

1. 2 unit Kompor gas .
2. 1 unit Danang masak nasi
3. 4 buah Panci
4. 4 unit Wajan
5. 1 unit Blander
6. 3 buah Telenan
7. 3 Pisau potong
8. 1 Pisau daging
9. 1 Ketel air
10. 3 buah Sodet/sutil
11. 2 Sendok sayur
12. 1 buah Cobek / uleg- uleg
13. 2 Baskom
14. 1 Ember

Jika peralatan untuk masak yang belum ada dalam daftar bisa menambah sendiri.

Untuk melihat bila memulai investasi dari awal berapa besar jumlahnya peralatan yang sudah didata , dan sudah berapa besar investasi peralatan sendiri yang bisa digunakan untuk menghemat modal untuk memulai usaha catering.

Setelah membuat daftar peralatan yang sudah dimiliki perlu juga menyiapkan hasil masakan akan dikemas dengan apa ..?

Pesanan untuk nasi box / kotakan berarti yang harus disiapkan :

1. Box berbahan karton ada berbagai macam ukuran tergantung kebutuhan
2. Mika untuk menempatkan hasil masakan agar tidak menempel di box
3. Sendok plastik
4. Tissue
5. Plastik untuk bungkus kerupuk
6. Tas plastik ( kresek ukuran box )

Pesanan untuk prasmanan berarti yang harus disiapkan :

1. Kontener plastik ukuran sesuai kebutuhan untuk membawa hasil masakan.
2. Panci ukuran sesuai kebutuhan untuk membawa hasil masakan yg berkuah.
3. Termos nasi ukuran sesuai kebutuhan.
4. Wadah kecil-kecil untuk membawa pernak pernik masakan seperti acar,sambel,dll.
5. Jika bisa membawa kompor kecil untuk memanasi masakan berkuah apabila acara mundur tidak sesuai jadwal karena yg berkuah butuh waktu lama untuk dipanasi.


Peralatan servis / peralatan saji :

Tidak perlu investasi / beli untuk peralatan saji lebih baik sewa sekarang sudah banyak jas persewaan peralalat servis / saji karena selain harganya mahal juga perawatan perlu biaya besar, saran bila usaha katering sudah bisa jalan baik silahkan investasi peralatan saji. Kecuali alat pendukung seperti kain lap, ciran pembersih meja, kain pel, dll.

Tenaga kerja :

Untuk usaha catering yang menerima pesana prasmanan atau nasi box biaya untu tenaga kerjanya juga dilakukan sesuai pesanan upahnya dibayar peracara …nah disini juga kita untuk sementara tidak terlalu direpotkan untuk mengangkat karyawan untuk memulai tenaga kerjanya bisa mengajak teman / saudara / tetangga / tenaga masak yang sudah mahir ( Koki ) besarnya upah sesuai perjanjian.

Untuk tenaga kerja acara pesta / prasmanan yaitu Waiters (pelayan) juga bibayar peracara mereka bekerja hanya pada persiapan acara sampai dengan selesai ( semua peralatan kembali sampai dirumah ), tenaga kerjanya bisa mengajak teman / saudara / tetangga / casual dari sekolah / kursus perhotelan di kota anda.

Untuk tenaga akuntasi / pembukuan sebaiknya dilakukan sendiri untuk belajar dan kalau membayar orang nantinya sudah bisa mengontrol pembukuan karena pernah melakukan sendiri.

Saran :
Sebaiknya menerima pesanan catering untuk pemula yang event / acara seperti nasi box atau acara pesta karena persiapannya bisa dilakukan lebih awal dan acaranya hanya sekali itu saja sesuai pesanan, modal belanja bahan bisa minta uang muka ..?% sesuai perjanjian, tenaga kerja yang membantu juga per event/acara bayarnya…pokoknya gampangnya gini loh selesai acara kita bisa istirahat untuk evaluasi sebelum menerima pesanan berikutnya …nah nanti kalau semua permasalahan sudah bisa di atasi…pesanan bisa ditingkatkan dalam 1 minggu terima berapa event/acara.

Pesan :

Jangan lupa dalam usaha katering yang sangat perlu diperhatikan adalah Sanitasi & hygenitas untuk menghindari hal-hal yang tidak dininginkan.


Sudah bisa membayangkan kira kira harus bagaimana untuk memulai. tunggu apalagi..??

ANAK PANAH TIDAK AKAN TAJAM BILA TIDAK LEPAS DARI BUSURNYA


Jumat, 01 Mei 2009

ATASI PHK DENGAN USAHA KATERING

AWAS ..!!! SUDAH SIAPKAH ANDA KEHILANGAN

PEKERJAAN..?

KENAPA HARUS RESAH..BINGUNG ..MARAH..FRUSTASI…..


Seperti yang terjadi di Surabaya terakhir ini dan diberitakan dalam Koran Jawa Pos 2 Mei 2009 peristiwa seperti ini sudah menjadi rutinitas kehidupan sebagian masyarakat yang statusnya karyawan sebuah perusahaan, perasaan takut,resah,bingung,marah,galau….untuk menjalani kehidupan selanjutnya bagaimana..????

Sudah saatnya berpikir untuk mencari Solusi yang cerdas sebelum semua terjadi karena situasi perekonomian Indonesia yang sedang gonjang ganjing dan tidak dipungkiri angka pengangguran terus meningkat belum ada tanda – tanda untuk turun ..”kok turun tetep aja gak bisa dan sampai kapan……oh kejamnya dunia?”

SOLUSI YANG PALING TEPAT ADALAH : “ MEMBUAT USAHA KATERING “
Untuk mendapatkan tips & triknya bisa lewat blog ini saya akan berbagi pengalaman, jika anda tinggal di Surabaya silahkan datang kekantor kami atau tempat produksi untuk melihat secara langsung dan tidak hanya di tempat produksi saja anda bisa juga ikut dalam persiapan untuk menata gedung acara untuk paket perkawinan agar lebih jelas karena dengan melihat langsung aktifitasnya akan lebih mudah untuk dipahami, tidak ada yang tidak mungkin segera buat pertimbangan dengan keluarga/teman dekat, susun rencana yang jelas dan segera buat keputusan sebelum anda terikut seperti dalam gambar foto ini yang dirilis Jawa Pos Tanggal 2 Mei 2009...aduuuh jangan sampai deh..!
Jawa Pos tanggal 2 Mei 2009”






Pemprov Jatim Berupaya Agar Tidak Terjadi PHK Masal



“Kutipan berita Koran Jawa Pos tanggal 2 Mei 2009”

SURABAYA - Ancaman PHK masal selalu menjadi isu dalam setiap peringatan Hari Buruh yang jatuh kemarin (1/5). Masalah itu coba dicarikan solusi oleh pemerintah provinsi. Gubernur Soekarwo berjanji membuat surat edaran ke seluruh perusahaan di Jatim agar tidak melakukan pemberhentian masal.

Janji Soekarwo itu disampaikan setelah menerima perwakilan buruh yang melakukan aksi demonstrasi di depan kantor pemprov kemarin. Mantan Sekdaprov tersebut bahkan salat Jumat bersama para demonstran.

Dalam pertemuan dengan Soekarwo dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, perwakilan buruh mengeluarkan unek-uneknya. Di tengah kondisi ekonomi yang sedang krisis, PHK masal merupakan momok yang paling ditakuti buruh. Nah, masalah itu langsung direspons Soekarwo. Dia meyakinkan bahwa pemprov akan melakukan sejumlah langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan buruh, termasuk solusi dari PHK masal.

''Kami akan mengeluarkan surat edaran kepada kabupaten/kota agar melakukan upaya penyelamatan usaha sehingga tidak terjadi gelombang PHK masal,'' kata Soekarwo. Surat itu akan dibuat dalam tempo dekat. Dia juga berharap agar surat edaran tersebut diteruskan kepada pengusaha.

Menurut Soekarwo, pemberhentian karyawan memang hak perusahaan. Namun, dia meminta agar pengusaha tidak hanya mementingkan peningkatan deviden, tetapi berdampak pada PHK masal.

Soekarwo lantas mencontohkan solusi atas permasalahan buruh di Jepang. Menurunnya omzet sejumlah perusahaan tidak langsung ditindaklanjuti dengan pemecatan. Perusahaan dan buruh diajak duduk bersama untuk mencari solusi. Dengan demikian, terjadi kesepakatan upah buruh yang diturunkan.

''Saya pernah membacanya di suatu jurnal ekonomi. Ada perusahaan Jepang yang buruhnya siap upahnya turun beberapa persen, asal tidak ada PHK. Pihak perusahaan juga secara terbuka menjelaskan masalah keuangan perusahaan. Kalau antara buruh dan pengusaha bisa menjalin kerja sama yang baik, saya yakin PHK masal bisa dihindari," jelas Soekarwo.

Selain mengirimkan surat edaran, pemprov berjanji membentuk dewan industrialisasi daerah. Dengan demikian, seluruh permasalahan buruh dan perusahaan bisa dibahas di lembaga tersebut. Usul pembentukan dewan industrialisasi juga merupakan tuntutan dari demonstran yang kemarin mendatangi kantor pemprov.

''Yang pasti, semua tuntutan akan kami pertimbangkan. Kalau kami berwenang, kami akan laksanakan. Tapi, kalau itu kewenangan pusat, kami tidak bisa,'' tegasnya.

Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat (ABM) Jatim seharian kemarin berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jatim. Dalam aksinya, mereka menyerukan berbagai tuntutan. Di antaranya, meningkatkan penganggaran untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, mendukung pembubaran pengadilan hubungan industrial, dan menurunkan outsourcing di perusahaan.

Respons gubernur yang menerima perwakilan buruh itu disambut positif demonstran. ''Sepanjang sejarah, baru kali ini gubernur dan wakil gubernur menerima perwakilan buruh,'' kata koordinator aksi, Jamaludin. (fid/oni)




Kamis, 30 April 2009

USAHA KATERING ADALAH SOLUSI TEPAT

PHK & PENSIUN DINI .. SIAPA TAKUT..??

Semakin banyak orang bersetatus pengangguran dan semuanya bukan hanya karena belum dapat lepangan pekerjaan tetapi ada juga akibat dari PHK dan Pensiun dini mungkin karena ada penciutan karyawan diperusahan, huhh…belum lagi yang baru lulus sekolah mulai dari tinggat SLA sampai S2 makin menumpuk menambah angka pengangguran sementara pemerintah belum bisa banyak membantu memberikan solusi atau lapangan pekerjaan untuk menekan angka penggangguran di Negara ini…masih mau menunggu sampai kapan…????? Keburu tua bro.

Ada satu buku yang membahas mengenai masalah ini yang dilengkapi dengan pengalaman nyata serta perencanaan menyiapkan diri sebagai wirausaha yang siap terjun kelapangan judul buku itu adalah : PHK dan PENSIUN DINI siapa takut ? memang situasi pengangguran adalah momok yang paling menakutkan sebagaian orang yang tidak siap untuk berhenti bekerja menjadi karyawan, Tetapi orang cerdas bisa membuat solusi yang pintar dan menciptakan lapangan pekerjaan sebenarnya banyak peluang usaha yang bisa direncanakan dan dirintis dengan serius seperti yang tertulis dalam buku diatas.


Tinggal sekarang bagaimana menjadi orang cerdas dalam membaca peluang usaha karena semua usaha belum tentu dapat dijalankan kita harus melihat situasi pasar yang tersedia, nah pertanyaannya sekarang peluang apa yang paling tepat …?

“ USAHA KATERING ADALAH SOLUSI TEPAT “

Karena usaha katering berhubungan langsung dengan perut yang paling tidak bisa diganggu gugat juga tidak terpengaruh dengan situasi ekonomi yang sering gonjang ganjing tidak menentu, terutama untuk katering paket perkawinan kecuali sudah tidak ada lagi orang yang mau menikah atau sedang terjadi perang besar…( perang dunia ke V kali ). Melaksanakan pesta pernikahan selalu harus ada wajib hukumnya bagi kebanyakan orang dalam seumur hidup niatnya hanya sekali menikah jadi tidak mungkin dilewatkan..nah gimmana yang kawin cerai kaya artis selama masih dirayakan tetap yang seneng kateringnya…he he he memang menyenangkan dunia ini.

Bentuk acara pestanya bermacam mulai dari sederhana sampai yang mewah dan usaha katering yang melayani paket perkawinan menerima pembayarannya lunas didepan …loh untuk berproduksi aja usaha katering sudah tidak perlu mengeluarkan modal awal…memang solusi yang tepat.

Saran saya bacalah buku PHK dan PENSIUN DINI siapa takut ? karangan “Joannes Widjajanto “ akan menambah wawasan kita dalam persiapan menciptakan lapangan pekerjaan …jaman segini jangan bermimpi lagi deh untuk mencari lapangan perkerjaan udah bukan masanya.
Sukses buat orang cerdas.




“ SIMAK BERITA INI…SEGERA BUAT KEPUTUSAN “

Jumat, 24 April 2009 | 07:51 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Ledakan penganggur berusia muda kini mengancam seluruh dunia. Dari 190,2 juta penganggur di dunia, 75,9 juta di antaranya berusia 15-24 tahun.
Mereka sebagian besar berada di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Pemerintah Indonesia harus memprioritaskan kebijakan yang berorientasi mengurangi penganggur.
Sinkronisasi dunia pendidikan dengan dunia kerja dan dukungan penuh industri kreatif tak bisa diabaikan. Para pengambil keputusan harus bertindak cepat supaya Indonesia tidak kebanjiran penganggur berusia muda.
Demikian isu yang mengemuka dalam konferensi angkatan kerja muda yang diselenggarakan Organisasi Buruh Internasional (ILO) di Jakarta, Kamis (23/4).
Pada acara itu juga diluncurkan Jejaring Angkatan Kerja Muda Indonesia (Indonesia Youth Employment Network/IYEN).
Koordinator Sekretariat Bersama IYEN Komara Djaya mengungkapkan, pemerintah kini memprioritaskan pendidikan kejuruan untuk menghasilkan tenaga terampil dan terdidik.
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah bekerja sama dengan Kadin untuk program pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja lulusan pendidikan formal.
Manajer Pelatihan Thiess Contractor Seskoadi mengungkapkan, pemda juga harus lebih berperan mendorong pendidikan kejuruan berbasis potensi lokal yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.




Minggu, 26 April 2009

BOM DAN KEAMANAN RESTORAN

Belum lagi lepas dari ingatkan kita kasus bom Bali pada tahun lalu, pada 5 Agustus 2003, sekitar jam 12.30, bertepatan dengan sidang tahunan MPR, kita dikejutkan kembali oleh Bom yang menguncang kawasan Hotel JW Marriott di lingkar Mega Kuningan. Dimana sedikitnya 14 orang dinyatakan tewas dan sekitar 149 orang mengalami luka-luka. Kalau kita lihat kasus kedua buah bom ada kesamaan yaitu terjadi di depan restoran, kalau bom Bali di depan Paddy’s Club, sedangkan kalau di Hotel JW. Marriott di depan Restoran Sailendra, ketika orang banyak makan siang di sana. Ini menjadi pertanyaan kita apakah aman makan di restoran?


Berbeda dengan kasus bom and keamanan restoran diatas, kasus keamanan pangan “food safety’ kebanyakan cepat dilupakan oleh orang, seperti beberapa bulan yang lalu kita dihentakan kembali oleh berita tentang keracunan makanan, dimana jatuh korban 19 orang di rawa buaya (Kompas, 18 Juni 2003). Kejadian-kejadian keracunan seperti di atas bukan lagi menjadi hal asing bagi kita, terutama dalam beberapa tahun belakangan . Seperti kejadian keracunan masal yang menimpa anak anak sekolah dasar akibat menyantap PMTAS /Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (Kompas 30 September 2000), keracunan makanan akibat mengkonsumsi jasa catering yang terjadi pada siswa SMP di Jawa Barat (Kompas 3 Juli 2000) dan banyak lagi kasus-kasus keracunan makanan yang terjadi pada karyawan perusahaan yang menggunakan jasa catering untuk konsumsi makanan karyawan.

Sekarang masalah keamanan pangan bukan hanya menjadi berita nasional tetapi sudah mengglobal, dengan kecangihan media komunikasi kejadian keamanan pangan di suatu negera akan segera berdampak di negera lain seperti masalah Mad Cow (sapi gila), GMO (Genetical Modified Organism), Antibiotik, Akrilamid pada penggorengan karbohidrat dan kasus dioxin menjelang pemilu tahun 1999.

Kejadian diatas kembali mengingatkan kita tentang pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap masalah keamanan pangan. Dengan banyaknya berita tentang keracunan dan keamanan pangan, masyarakat sudah mulai lebih perhatian terhadap hal ini. Dapat dilihat di mall dan resto-resto, banyak orang yang tidak percaya dengan hanya cuci tangan di westafel yang ada, dan mereka masih membawa sendiri cairan sanitasi untuk menyakinkan tangannya tersanitasi.

Sistem HACCP dan Jasa Boga

Sistem HACCP dengan terjemahan bahasa Indonesia Sistem Analisa Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis adalah sistem yang awalnya dikembangkan oleh NASA (1960), Badan Antariksa USA ini menerapkan HACCP untuk meyakinkan makanan Astronot mereka terkontrol. Coba bayangkan apa yang terjadi apabila astronot di ruang angkasa keracunan makanan? pasti akan terjadi kekacauan. Sistem ini berkembang dan digunakan pada awalnya untuk makanan kaleng, yang memang sangat kritikal masalah keamanan pangannya. Baru pada awal tahun 1990-an, Sistem ini di kenal umum untuk industri makanan di seluruh dunia.



Sistem HACCP makin dikenal ketika Standard ISO 9000: 2000 mengadopsi HACCP, yang terdiri dari: Melakukan analisa bahaya, Menentukan titik kendali kritis, Menetapkan batas-batas titik kendali kritis, Prosedur monitoring, Tindakan koreksi, Prosedur verifikasi, dan dokumentasi.
Sedangkan Industri Jasa Boga, seperti Hotel, Restoran, Kafe, Katering atau disingkat dengan istilah HoReKa, menjadi trend di Indonesia. Franchasing Jasa Boga berkembang pesat, khususnya di Jakarta dan Surabaya. Banyak ditemukan Jaringan Restoran Siap Saji dan restoran tradisional dengan nama-nama baru seperti Quick Chicken, Wong Solo, RM Padang Sederhana dan banyak lainnya.

Bagaimana Menerapkan HACCP

Hal Utama yg terpenting dalam penarapan HACCP pada jasa Boga adalah Komitmen dari Pemilik usaha atau TOP Menejemen, tanpa adanya komitmen dari pemilik, sangat sukar sekali sistem ini dapat diterapkan. Selain itu sistem HACCP tidak dapat diterapkan tanpa ada program pelatihan yang baik. Kendala pada pelatihan karyawan adalah tingkat pendidikan dari karyawan jasa boga yang rendah, kadang-kadang SMP atau malah lebih rendah lagi. Sehingga perlu dibuat pelatihan yang ‘FUN’ mudah dimengerti oleh mereka, serta untuk memicu semangat dan kompetisi dari masing-masing individu harus ada ‘insentif’ untuk yang berprestasi.

Dokumentasi atau ‘checklist’ yang digunakan harus dibuat semudah mungkin, jangan terlalu banyak hal-hal yang harus di tulis. Sebaiknya tinggal pilih Ya/ Tidak, atau hanya melingkari saja. Selain itu dokumentasi sebaiknya jangan dalam bentuk lembaran, karena kalau dalam bentuk lembaran akan mudah sekali hilang atau tercecer. Sebaiknya dokumentasi tersebut di buat dalam bentuk buku yang mudah di bawah dan di simpan dengan ‘design’ yang menarik dan berguna bagi karyawan.
Pada awal penerapan sistem ini tentu banyak kendalanya, dan tidak tiba-tiba semua akan berjalan lancar, pasti ada kekurangan atau deviasi dan tahapan-tahapan yang harus dilalui. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi dan audit untuk mengecek tingkat pelaksanaanya dan terus-menerus adanya perbaikan.

Jadi yang terpenting dalam pelaksanaan HACCP pada industri jasa Boga adalah Komitmen dari pemilik atau Top Managemen untuk menerapkan sistem ini, selain itu juga perlu adanya program pelatihan, pelatihan dan pelatihan yang kontinyu dan terpadu, dan evaluasi dari program yang diterapkan

Sumber :
Sesil Indera Kurnia
Pengamat Masalah Pangan

Kamis, 16 April 2009

BOM KULINER



Wuuiiik.!!!!
Kalau baca judulnya …sangat menakutkan bayangannya pasti ke para teroris .? bukan ..bukan ini yang akan di ulas adalah masalah dunia katering juga kok, kalau bom beneran itu kayak yang di cafĂ© grill fish Jimbaran wau…bener bener ngeri.
Sangat nyata sekali sekarang sedang berlangsung dan sepertinya gak akan berhenti semua berebut untuk melakukan dengan menarik perhatian dengan caranya masing masing, karena memang benar benar hampir semua masyarakat sangat antusias untuk melihat semua ini sampe sampe ada yang melakukan 7 hari penuh bahkan sampe ada yang mempertontonkan 2 kali dalam 1 hari. Memang beda tema/kemasan tetapi tetap usaha yang berkisar di dunia kuliner.
Salah satunya stasiun TV ini dikemas menjadi sedemikian rupa sehingga tidak hanya sebagai sebuah pembelajaran/informasi tetapi hiburan yang sangat menarik artis papan atas juga mulai banyak yang jadi chef dadakan untuk menjadi hostnya, terbukti dari jam tayangnya ada di jam yang ratingnya lumayan sehingga sponsor juga berebut untuk mensuport acara kuliner di stasiun TV Indonesia.

Kenapa saya memilih istilah Bom karena dengan dengar suara ledakannya saja sudah bikin keder apalagi kena langsung ….kebayangkan akibatnya, nah sekarang siapa yang kepengen kena BOM KULINER ..??? karena saya sudah merasakan sekarang akibat dari serangan bom kuliner sangat membantu dalam usaha katering saya apalagi mulai sering ditayangkan yang seputar katering karena tidak hanya katering di kota besar saja yang diangkat tetapi katering daerah juga mulai diangkat kelayar kaca.
Mudah mudahan dengan makin banyak acara TV seperti ini akan makin banyak lahir teroris katering untuk bikin bom usaha kuliner mulai dari yang bersekala kecil maupun besar, menjadi pejuang bangsa dalam mengatasi angka pengangguran dan upaya menciptakan lapangan pekerjaan.

Selasa, 31 Maret 2009

MENGAPA KATERING PESTA MENJADI PILIHAN

Banyak jenis Jasa Boga yang bisa menjadi pilihan tetapi katering untuk pesta yang menjadi pilihan saya, dengan melakukan pengamatan dilapangan dan mempelajari langsung kepada para pelaku maupun konsumen dibisnis ini akhirnya saya memilih jenis usaha yang satu ini. Walaupun pekerjaan untuk katering jenis pesta mempunyai keunikan yang tidak ada di jenis usaha lainnya tapi menurut saya kalau menjalankannya dengan konsep yang jelas pasti bisa jalan, kita tahu pada umumnya memang ada 2 cara dalam penyajian yang dilakukan untuk usaha catering yaitu prasmanan dan ada yang di dalam kotak (dos), rantang.
Untuk nasi kotak (dos) jumlah pesanan akan mempengaruhi waktu dan tenaga kerja proses produksi, dengan jumlah pesanan makin banyak berarti waktu yang dibutuhkan makin banyak, agak berbeda dengan katering untuk pesta karena cara penyajiannya (prasmanan) tidak seberapa berpengaruhnya bedanya lha wong yang makan ngambil sendiri...

Ada beberapa jenis usaha katering yang bisa dijalankan dalam memenuhi permintaan pasar tetapi akhirnya katering pesta menjadi pilihan saat itu karena waktu akan mulai usaha bener bener gak punya modal, dalam pemesanan catering pesta sudah menjadi sebuah aturan bahwa pembayaran ada DP (uang muka) dan seluruh pembayaran harus lunas sebelum acara. Sementara katering yang bukan untuk acara (event) butuh modal awal buat bayar karyawan dan biaya rutinnya lebih besar, yang paling besar adalah biaya untuk tenaga kerja, belanja,penyediaan peralatan, disinilah unikannya usaha katering acara (event) sebagian peralatan produksi bisa sewa apalagi untuk peralatan untuk penyajian seluruhnya oleh persewaan sudah disediakan sehingga tidak perlu ada investasi dalam peralatan.

Usaha catering dibagi menjadi dua yaitu :

2 Jenis Usaha Katering:

Rutin (langganan)
1. Industri :
• Rantangan / Tray
• Kotak / Bungkus
2. Rumah tangga / kost (rantangan)
• Rantangan / Tray
• Kotak / Bungkus

Acara (event) :
1. Pesta (prasmanan)
• Sunatan
• Slametan
• Ulang Tahun
• Seminar
• Perkawinan ( manten )
• dll

Saya coba bikin tabel sederhana dari hasil pengamatan :


klik untuk memperbesar

Karena Pembayaran katering Acara (event) lunas di depan maka berpengaruh dengan modal kerja, juga tenaga kerja jumlahnya sesuai besar pesanan dan waktu pekerjaan lebih pendek hanya pada tanggal acara.

Saya memulainya dengan acara-acara kecil seperti pesta ulang tahun, Sunatan, Slametan pindah rumah, dan awalnya konsumen yang saya garap dari saudara, teman, tetangga, dengan harapan dukungan dari mereka (support) biar lebih pede biar tambah yakin kalau nanti ada kurangnya kritik atau masukannya bisa dengan cara damai…he..he kayak kampanye Caleg aja.
Semoga pengalaman ini bermanfaat buat yang baca.

LANGKAH AWAL SAYA DALAM MEMULAI USAHA KATERING

 I. Survey lapangan untuk menentukan memilih jenis catering yang akan di jadikan usaha.

 II. Tentukan target pasar jangka pendek (dlm 3 bulan)

 III. Membuat peta pasar yg akan di garap ( mapping)

 IV. Inventarisir peralatan dan apa yang kita punya contohnya seperti :


1. Pengetahuan mengenai usaha Katering
• Kemampuan kita dalam ilmu kuliner
• Buku resep
• Sumber informasi lainnya mengenai kuliner...


2. Alat produksi yg dimiliki
• Lahan dapur
• Kompor
• Panci
• Dandang
• Wajan
• Pisau
• Papan telenan
• DLL

3. Sumber daya manusia
• Kepala Koki ( Istri & saya sendiri )
• Koki ( Istri & saya sendiri )
• Helper ( pembantu Rajang & Cuci peralatan dll )
• Bag Pakeging
• Pengadaan ( Istri & saya sendiri )
• Sopir ( Istri & saya sendiri )

4. Armada Transportasi
• Bisa milik sendiri
• Bisa sewa

5. Modal yang dimiliki

6. Sumber Modal lainya

7. Dll


Setelah memilih jenis usaha catering yang akan di kerjakan saya membuat jadwal kerja agar tahu mana yang akan dijadikan preoritas kerja dalam menjalankan usaha ini, takutnya nantinya banyak buang waktu karena yang dikerjakan tidak beraturan dan sulit untuk mengevaluasi.

Setiap akhir bulan saya dan istri selalu mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan, tetapi kami berdua paling suka mengevaluasi kegagalan atau komplain dari konsumen walaupun kadang kita dengan perasaan yang gak karuan...
(marah,malu,jengkel,kecewa,senang,tertawa…) sudah menjadi bumbu dalam pembicaran tetapi semuanya harus dihadapi dengan lapang dada untuk kemajuan usaha katering. Sebab menurut kami bila ada komplain berarti ada respon yang berarti mereka adalah calon pelanggan sebab mereka masih peduli dengan memberikan komplain oleh karena itu motto kami adalah “KEPUASAN ANDA ADALAH TUJUAN UTAMA KAMI” terutama dalam produksi.
Usaha catering saya ada 2 bagian bidang pekerjaan kami membagi pekerjaan Istri saya yang menangani marketing,dekor catering,pelayanan,rias,foto & video semua yang berkaitan di acara sampai peralatan penyajian sedangkan saya di produksi sampai ke pembelian …keluar masuk pasar sampai bersihkan kompor.
Dari pengalaman selama ini yang paling penting adalah untuk melakukan langkah awal dalam memulai usaha catering selalu harus ada rencana kerja, kami berdua dengan bagian/divisi masing-masing selalu membuat rencana & laporan harian, mingguan, bulanan sehingga setiap hari apa yang mau / sudah dikerjakan ada pegangannya …walaupun sederhana tapi saya mencoba bekerja dengan diawasi / dikontrol oleh system.


“ANAK PANAH AKAN TAJAM BILA LEPAS DARI BUSURNYA”

Sabtu, 21 Maret 2009

USAHA KATERING DARI HOBBY MENJADI SEBUAH PROFESI

Kita tahu bahwa masih sangat jarang di Negara kita ini usaha Katering dilakukan oleh seorang yang memang sekolah khusus di jurusan Culinery, dari sekolah begitu lulus langsung bikin usaha Jasa Boga khususnya usaha catering. Sementara yang ada begitu lulus langsung bikin surat lamaran kerja dan sibuk beli perangko untuk kirim surat lamaran ke perusahaan dengan harapan dapat panggilan. terus nunggu ee.. siapa tahu diterima ..? uhh..cari lapangan pekerjaan lagi judulnya. Padahal banyak usaha catering yang berhasil/sukses. lagian pasarnya untuk usaha catering masih luas dan belum banyak yg garap, memang ada sih usaha catering tetapi pelakunya adalah orang yang cuman punya ilmu pas pasan cuman karena hobynya masak…e..e terus malah keterusan jadi sumber penghasilan… hmm bikin lapangan pekerjaan judulnya …memang Negara yang aneh ..?

Ada sedikit cerita mengenai pengalaman saya pribadi ceritanya seperti ini, sejak kelas 6 SD sudah kost di Surabaya yang pasti sudah bisa ditebak khan pasti lebih banyak puasa atau ngutang kalau soal makan he..he kasihan ya nasib anak kost, tapi pada waktu kelas 3 SMP saya dengan 2 orang saudara akhirnya dikontrakan sebuah rumah kecil agar biaya kost bisa lebih hemat maunya ORTU. Kenyataannya memang benar biaya bisa ditekan lebih murah tapi tetap aja kalau masalah untuk makannya? Untungnya rumah itu punya dapur kecil maka saya memutuskan kalau mau makan masak sendiri lumayan nih bisa ngirit rencananya, tapi yang jadi masalah baru pengetahuan menganai masak memasak 0 besar, jadinya puyeng lagi deh …$#$...%*&..^%^%$#@..#$@.. maka sementara masak sebisanya dulu.
Mulailah dari sini terpaksa saya ngumpulin kliping resep masakan biar gak cuman itu-itu aja yang jadi santapan rutin setiap hari apalagi udah duit ngepas terus menu makanan juga ngepas alias gak pernah berubah…tempe / tahu goreng, telur ceplok / dadar, mie instant paling mewah goreng ikan pindang …uhh lauknya meong (kucing garong) he..he..he. Jaman tahun segitu masih susah informasi mengenai resep masakan gak seperti sekarang hampir semua Stasion TV punya acara culiner belum lagi Tabloid culiner seabrek judulnya, tetapi walaupun hanya dengan kliping majalah atau Koran akhirnya dunia memasak sudah menjadi bagian rutinitas setiap hari kalau mau makan.
Setelah lebih dari tiga tahun sekitar masa SMA mulai nih experiment menu kalau mau makan biar gak bosen yang biasanya goreng telur / bikin mie instant dengan resep standart sekarang dimodifikasi tapi tetap ala anak kost masalahnya belum kenal yang namanya om Chef/Pak Koki restoran, dan Kebiasaan itu tanpa sadar mulai berubah menjadi hobby kalau saya lagi main kerumah saudara atau temen yang ada acara masak uhhh…mulai dah berlagak jadi ahli masak…( and lebih banyak gagalnya dari pada suksesnya…sering kena damprat ha..ha..ha) duh malu maluin kalau inget masa lalu. Tapi karena semua itu sekarang akhirnya berbuah hasil yang tidak disangka karena sekarang Profesi saya adalah pengusaha katering padahal latar belakang pendidikan saya sangat jauh dari dunia culinary di Ekonomi jurusan ilmu PERBANKKAN sekolah yang saya tempuh apalagi sejak kecil tidak pernah bercita cita / mimpi kedunia masak memasak.
Pada waktu Indonesia mengalami krismon, saya kehilangan lapangan pekerjaan dan tahun 2000 harus memutuskan untuk menciptakan lapangan pekerjaan akhirnya saya memutuskan usaha catering. Hanya dalam waktu hitungan tahun yg relatif pendek usaha katering saya Allhamdullilah lancer-lancar saja, berarti ini bukti bahwa usaha katering dalam waktu singkat sebenarnya juga menjanjikan.
Nah bisa kebayang kan kalau Ibu-Ibu rumah tangga yang kerjanya tiap hari masak untuk keluarga mulai dari belum punya anak sampai anaknya lulus sarjana, pasti pengalaman mengenai masak-memasak kalau dibuat buku bisa jadi satu perpustakaan…iya gak? Kalau gitu sebenarnya Ibunya juga sudah lulus sarjana dong jurusan memasak…gelarnya mungkin yg cocok SD (sarjana dapur). Sekarang tinggal bagaimana caranya mulai membuat hobby menjadi sebuah Profesi, yang penting bagi mereka yang mau usaha catering harus bisa membedakan usaha catering karena hobby atau hobby yang dijadikan profesi.

Senin, 09 Maret 2009

KENAPA USAHA KATERING MENJANJIKAN

Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa pada situasi sekarang semua orang berusaha untuk meningkatkan ekonomi dan mencari pendapatan baru dengan melakukan usaha sendiri (wirausaha), entah mereka yang akan / sudah pensiun, usaha sampingan sebagai tambahan penghasilan, korban PHK atau para pemula yang baru lulus sekolah dan belum dapat pekerjaan, Ibu rumah tangga yang ingin membantu ekonomi keluarg bahkan yang hanya menyalurkan hobby saja tapi akhirnya berharap menjadikan sebuah bisnis.
Usaha makanan terutama untuk katering mulai banyak dipilih karena dianggap mempunyai untung yang besar dan pasarnya sangat luas ( banyak muncul katering dadakan…) memang benar paling tidak dengan usaha ini bisa ikut makan dan untuk membantu biaya rumah tangga sehingga tidak perlu memakai pendapatan tetap (gaji sebagai karyawan)…kata sebagian orang…iya juga sih asal usahanya jalan, padahal kalau kita menjalankan usaha ini dengan benar tidak hanya bisa ikut makan dan biaya sehari-hari bahkan ada yang bisa beli mobil,rumah…dll...

Tetapi lebih banyak yang tidak berhasil dalam mewujudkan cita cita / mimpi karena dalam memilih jenis usaha dan membuat konsepnya tidak tepat, kadang orang hanya ikut-ikutan saja dalam memilih usaha seperti yang sudah banyak terjadi contohnya : Pada suatu dekade sedang rame orang menjalankan usaha ikan Lohan, Jangkrik, Udang Lobster air tawar yang penghasilannya sangat menjanjikan dan biasanya yang menjalankan usaha tersebut para malah pakar dalam ilmunya. Sehingga masyarakat yang sedang mencari peluang akan tertarik dengan usaha yang ditawarkan pada saat itu tetapi tidak sampai kurun beberapa lama semuanya akan hilang lagi.
Ini semua mencerminkan bahwa pelaku usaha yang seperti ini tidak jeli dalam melihat peluang bisnis, sebenarnya tidaklah susah jika kita mau jeli terhadap lingkungan sekitar kita yang kadang tidak disadari, coba kita amati usaha apa saja yang ada di sekitar kita. Apakah ada yang jualan makanan entah dalam sekala kecil Warung kopi, kaki lima, gerobak dorong , Warung makan permanen, Restoran, Bakery pasti ada salah satu dari semua itu bahkan mungkin semuanya ada, indikator yang paling nyata di semua stasiun TV ada di Indonesia pasti ada acara mengenai usaha Jasa Boga yang hebat lagi satu stasiun TV memiliki beberapa acara kuliner bahkan didalam sebuah acara kadang disisipkan kuliner ….wuiih lihat betapa dahsyatnya peluang usaha Jasa Boga di muka bumi ini.
Semua indikator diatas tadi menunjukan bahwa dimana masih ada manusia hidup pasti usaha Jasa Boga tetap hidup, nah ….kalau sudah begini tidak salah kita memilih jenis usaha ini tetapi untuk semua itu perlu pengetahuan mengenai usaha Jasa Boga. Mari coba kita pilih usaha Jasa Boga mana yang paling mungkin kita pilih untuk sebagai sebuah usaha karena banyak macam jenisnya dalam usaha ini.
Saya memilih usaha katering karena sudah mencoba segala macam bentuk jenis usaha kuliner yang silih berganti mulai dari jual pecel di atas trotoar,ayam bakar,pisang goreng,es kelapa muda sampai bikin kafe, menjalankan restoran milik orang lain, dari pengalaman saya selama 10 tahun menjalankan usaha katering membuktikan tidak harus memiliki latar belakang sekolah kuliner, karena walaupun seorang pakar dalam bidang kuliner ( Chef ) belum menjamin mampu / bisa membuat usaha katering…mau bukti coba survey dari semua usaha Jasa Boga di kota anda ada berapa orang Chef yang mempunyai bisnis kuliner terutama khususnya jasa catering pesta….kenapa ya..? yang punya usaha ini malah kebanyakan tidak mempunyai latar belakang sekolah kuliner….pada kemana mereka lulusan sekolah kuliner…?
Padahal kalau kita mau lihat hitungan diatas kertas usaha ini sangat menjajinkan Coba kita lihat catering untuk pesta perkawinan pada bulan tertentu sampe kewalahan menerima order selain setiap bulan selalu ada, mereka yang mengadakan pesta perkawinan semua membutuhkan jasa catering ,tetapi banyak yang tidak terlayani. Kenapa? mungkin karena kapasitas produksinya sudah penuh atau harga yang tidak terjangkau.
Kalau kita mau lihat permintaan yang tinggi indikatornya banyak sekali, contohnya : banyak Wedding organize, jasa rias, jasa foto video, majalah yg isinya Wedding, jasa MC, sewa mobil pengantin, sewa gedung untuk pesta, dll. banyak muncul bak kacang goreng, semua adalah sarana untuk mengadakan pesta perkawinan.
Tidak setiap sebuah pesta perkawinan acara yang paling ditunggu adalah sajian makanannya betul tidak….???? Jarang orang datang ke sebuah pesta perkawinan menanyakan, Pengantinnya sewa mobil dimana,.Beli baju dimana,.. Siapa periasnya, …dari acara pesta yang butuh waktu hanya sekitar 2-3 jam pelaksanannya 80 % dari waktu itu untuk menikmati hidangan.
Pemilik acara sengaja mengundang untuk makan bersama padahal biaya untuk pemesanan catering masyarakat kita punya budaya untuk mengadakan pesta acara perkawinan adalah wajib karena dianggap upacara yg sakral dan dilakukan sekali dalam hidup, kita bisa berhitung berapa usia yang siap menikah di kota kita dan ada berapa perusahaan jasa catering pesta yang ada, segmen pasarnya dibagi 3 yaitu pasar atas, menengah dan bawah….. bisa kebayangkan peluang usaha yang menjanjikan ini, masih banyak peluang lain dari jenis usaha jasa katering seperti : acara seminar, Untuk balai pelatihan Instansi pemerintah, karyawan kantor ( Bank ), Karyawan industri ( pabrik), dll.
Peluang di segmen bawah sudah mulai popular sekarang di beberapa kota seperti pengusaha kecil penyedia nasi bungkus untuk segmen paling bawah yang dengan harga sebungkus Rp 1 000 – Rp 3 000 sering disebut sego kucing (Jawa), nasi janggo ( Bali ) di beberapa counter disudut pusat perbelanjaan di Surabaya ( mall )sudah ada yang menjual nasi kucing untuk mereka yang segmen menengah ke atas yang kepingin mencicipi nasi kucing tapi gak perlu beli dipinggir jalan bareng tukang becak…aneh ya manusia, tapi ini kenyataan yang ada.
Benarkan usaha catering menjanjikan.
Ayo dimulai kapan untuk usaha catering………….nunggu kapan lagi.
Selamat membuat usaha dan Sukses.