Tampilkan postingan dengan label KOPERASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOPERASI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Mei 2014

Pajak Makanan & Minuman (PPN 10%) Dihapus !!!

Anda yang akan mengurus surat ijin usaha katering pasti bertanya, peraturan pajak makanan dan minuman sudah dihapuskan, terus untuk apa kita mengurus NPWP perusahaan ?
Walaun pajak PPN 10% sudah dihapus tetapi pajak penghasilan ( PPH ) masih harus anda setor ke Negara, dan bila anda mengikuti tender pekerjaan untuk makanan dan minuman di instansi pemerintah otomatis akan langsung dipotong karena sebagai wajib pungut ( wapu ) oleh karena itu usaha katering anda tetap wajib memiliki NPWP.
Berikut ini potongan dari Undang2 baru itu:

UU No. 42 Tahun 2009 tentang PPN & PPNBM pasal 4A butir 2:

barang yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai adalah barang tertentu dalam kelompok barang sebagai berikut:

1. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya;
2. barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak;
3. makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan
sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering;
 dan
4. uang, emas batangan, dan surat berharga.




Salam Sukses

Kamis, 08 Mei 2014

PERUSAHAAN PERORANGAN (U.D.)


Dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang bertanggung jawab penuh terhadap semua resiko dan aktivitas perusahaan, dalam usaha tidak ada pemisahan modal antara kekayaan pribadi dan kekayaan perusahaan semua tetap dihitung menjadi satu bagian.

Keuntungannya :
Pemilik bisa sepenuhnya  mengambil keputusan Seluruh keuntungan perusahaan menjadi hak pemilik perusahaan dan rahasia perusahaan terjamin.

Kekurangannya :
Tanggung jawab pemilik tidak terbatas Sumber keuangan perusahaan terbatas Kelangsungan hidup perusahaan kurang terjamin Seluruh aktivitas manajemen dilakukan sendiri, sehingga pengelolaan manajemen menjadi kompleks

Usaha Dagang atau UD adalah usaha perseorangan yang dilakukan tanpa didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat atau Departemen Hukum dan HAM RI.

Apabila seseorang menginginkan usahanya berjalan dan tercatat tanpa harus mengurus legalitas usaha yang sedikit banyak memerlukan 'modal dana', Usaha Dagang menjadi pilihan yang cukup membantu.

Dalam melaksanakan Usaha Dagang, usaha memerlukan perijinan untuk mendapatkan pengakuan usaha oleh instansi lain misalnya Bank Unit unt mendapatkan pinjaman.

Berkas  yang diperlukan :
1. Keterangan Domisili
2. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
3. TDP (Tanda Daftar Perusahaan

Persyaratannya :
1. Memiliki  KTP
2. NPWP Pribadi
3. Kartu Susunan Keluarga
4. Nama usaha
5. Surat sewa menyewa/PBB
6. Foto pendiri 3×4= 2 lembar

Demikian berkas yang dibutuhkan oleh Badan Usaha UD (usaha dagang), tetapi bila kedepannya akan mengikuti atau mengambil pekerjaan Catering dari Instansi Pemerintah yang melalui lelang sebaiknya membuat badan usaha yang CV (PERSEROAN KOMANDITER ) atau PT. (PERSEROAN TERBATAS).
Info ini Semoga bermanfaat. 

Kamis, 14 Mei 2009

USAHA KATERING BISA MENDAPATKAN UNTUNG BESAR ASAL SERIUS DAN TERORGANISIR

Untuk memulai sebuah USAHA KATERING tidak perlu memulai dengan melakukan investsi yang besar, untuk menjalankan dari awal bisa dengan modal yang relatif kecil anda bisa coba dengan merencanakan menerima pesanan prasmanan yang jumlahnya tidak banyak sekitar 25 sampai 50 pax. dengan menu tidak terlalu banyak ragamnya atau nasi box.

Pemesan yang jumlahnya tidak terlalu besar biasanya bisa didapat dari saudara, teman, tetangga, atau kelompok sosial disekitar rumah.


Karena dengan jumlah pesanan kecil dapat memanfaatkan dapur rumah agar biaya investasi bisa ditekan sekecil mungkin, seperti sebagian peralatan masak dan biaya operasional memanfatkan milik sendiri.

Membuat daftar peralatan masak milik sendiri yang bisa dimanfaatkan :

Lokasi masak : Dapur milik sendiri

1. 2 unit Kompor gas .
2. 1 unit Danang masak nasi
3. 4 buah Panci
4. 4 unit Wajan
5. 1 unit Blander
6. 3 buah Telenan
7. 3 Pisau potong
8. 1 Pisau daging
9. 1 Ketel air
10. 3 buah Sodet/sutil
11. 2 Sendok sayur
12. 1 buah Cobek / uleg- uleg
13. 2 Baskom
14. 1 Ember

Jika peralatan untuk masak yang belum ada dalam daftar bisa menambah sendiri.

Untuk melihat bila memulai investasi dari awal berapa besar jumlahnya peralatan yang sudah didata , dan sudah berapa besar investasi peralatan sendiri yang bisa digunakan untuk menghemat modal untuk memulai usaha catering.

Setelah membuat daftar peralatan yang sudah dimiliki perlu juga menyiapkan hasil masakan akan dikemas dengan apa ..?

Pesanan untuk nasi box / kotakan berarti yang harus disiapkan :

1. Box berbahan karton ada berbagai macam ukuran tergantung kebutuhan
2. Mika untuk menempatkan hasil masakan agar tidak menempel di box
3. Sendok plastik
4. Tissue
5. Plastik untuk bungkus kerupuk
6. Tas plastik ( kresek ukuran box )

Pesanan untuk prasmanan berarti yang harus disiapkan :

1. Kontener plastik ukuran sesuai kebutuhan untuk membawa hasil masakan.
2. Panci ukuran sesuai kebutuhan untuk membawa hasil masakan yg berkuah.
3. Termos nasi ukuran sesuai kebutuhan.
4. Wadah kecil-kecil untuk membawa pernak pernik masakan seperti acar,sambel,dll.
5. Jika bisa membawa kompor kecil untuk memanasi masakan berkuah apabila acara mundur tidak sesuai jadwal karena yg berkuah butuh waktu lama untuk dipanasi.


Peralatan servis / peralatan saji :

Tidak perlu investasi / beli untuk peralatan saji lebih baik sewa sekarang sudah banyak jas persewaan peralalat servis / saji karena selain harganya mahal juga perawatan perlu biaya besar, saran bila usaha katering sudah bisa jalan baik silahkan investasi peralatan saji. Kecuali alat pendukung seperti kain lap, ciran pembersih meja, kain pel, dll.

Tenaga kerja :

Untuk usaha catering yang menerima pesana prasmanan atau nasi box biaya untu tenaga kerjanya juga dilakukan sesuai pesanan upahnya dibayar peracara …nah disini juga kita untuk sementara tidak terlalu direpotkan untuk mengangkat karyawan untuk memulai tenaga kerjanya bisa mengajak teman / saudara / tetangga / tenaga masak yang sudah mahir ( Koki ) besarnya upah sesuai perjanjian.

Untuk tenaga kerja acara pesta / prasmanan yaitu Waiters (pelayan) juga bibayar peracara mereka bekerja hanya pada persiapan acara sampai dengan selesai ( semua peralatan kembali sampai dirumah ), tenaga kerjanya bisa mengajak teman / saudara / tetangga / casual dari sekolah / kursus perhotelan di kota anda.

Untuk tenaga akuntasi / pembukuan sebaiknya dilakukan sendiri untuk belajar dan kalau membayar orang nantinya sudah bisa mengontrol pembukuan karena pernah melakukan sendiri.

Saran :
Sebaiknya menerima pesanan catering untuk pemula yang event / acara seperti nasi box atau acara pesta karena persiapannya bisa dilakukan lebih awal dan acaranya hanya sekali itu saja sesuai pesanan, modal belanja bahan bisa minta uang muka ..?% sesuai perjanjian, tenaga kerja yang membantu juga per event/acara bayarnya…pokoknya gampangnya gini loh selesai acara kita bisa istirahat untuk evaluasi sebelum menerima pesanan berikutnya …nah nanti kalau semua permasalahan sudah bisa di atasi…pesanan bisa ditingkatkan dalam 1 minggu terima berapa event/acara.

Pesan :

Jangan lupa dalam usaha katering yang sangat perlu diperhatikan adalah Sanitasi & hygenitas untuk menghindari hal-hal yang tidak dininginkan.


Sudah bisa membayangkan kira kira harus bagaimana untuk memulai. tunggu apalagi..??

ANAK PANAH TIDAK AKAN TAJAM BILA TIDAK LEPAS DARI BUSURNYA


Jumat, 01 Mei 2009

ATASI PHK DENGAN USAHA KATERING

AWAS ..!!! SUDAH SIAPKAH ANDA KEHILANGAN

PEKERJAAN..?

KENAPA HARUS RESAH..BINGUNG ..MARAH..FRUSTASI…..


Seperti yang terjadi di Surabaya terakhir ini dan diberitakan dalam Koran Jawa Pos 2 Mei 2009 peristiwa seperti ini sudah menjadi rutinitas kehidupan sebagian masyarakat yang statusnya karyawan sebuah perusahaan, perasaan takut,resah,bingung,marah,galau….untuk menjalani kehidupan selanjutnya bagaimana..????

Sudah saatnya berpikir untuk mencari Solusi yang cerdas sebelum semua terjadi karena situasi perekonomian Indonesia yang sedang gonjang ganjing dan tidak dipungkiri angka pengangguran terus meningkat belum ada tanda – tanda untuk turun ..”kok turun tetep aja gak bisa dan sampai kapan……oh kejamnya dunia?”

SOLUSI YANG PALING TEPAT ADALAH : “ MEMBUAT USAHA KATERING “
Untuk mendapatkan tips & triknya bisa lewat blog ini saya akan berbagi pengalaman, jika anda tinggal di Surabaya silahkan datang kekantor kami atau tempat produksi untuk melihat secara langsung dan tidak hanya di tempat produksi saja anda bisa juga ikut dalam persiapan untuk menata gedung acara untuk paket perkawinan agar lebih jelas karena dengan melihat langsung aktifitasnya akan lebih mudah untuk dipahami, tidak ada yang tidak mungkin segera buat pertimbangan dengan keluarga/teman dekat, susun rencana yang jelas dan segera buat keputusan sebelum anda terikut seperti dalam gambar foto ini yang dirilis Jawa Pos Tanggal 2 Mei 2009...aduuuh jangan sampai deh..!
Jawa Pos tanggal 2 Mei 2009”






Pemprov Jatim Berupaya Agar Tidak Terjadi PHK Masal



“Kutipan berita Koran Jawa Pos tanggal 2 Mei 2009”

SURABAYA - Ancaman PHK masal selalu menjadi isu dalam setiap peringatan Hari Buruh yang jatuh kemarin (1/5). Masalah itu coba dicarikan solusi oleh pemerintah provinsi. Gubernur Soekarwo berjanji membuat surat edaran ke seluruh perusahaan di Jatim agar tidak melakukan pemberhentian masal.

Janji Soekarwo itu disampaikan setelah menerima perwakilan buruh yang melakukan aksi demonstrasi di depan kantor pemprov kemarin. Mantan Sekdaprov tersebut bahkan salat Jumat bersama para demonstran.

Dalam pertemuan dengan Soekarwo dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, perwakilan buruh mengeluarkan unek-uneknya. Di tengah kondisi ekonomi yang sedang krisis, PHK masal merupakan momok yang paling ditakuti buruh. Nah, masalah itu langsung direspons Soekarwo. Dia meyakinkan bahwa pemprov akan melakukan sejumlah langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan buruh, termasuk solusi dari PHK masal.

''Kami akan mengeluarkan surat edaran kepada kabupaten/kota agar melakukan upaya penyelamatan usaha sehingga tidak terjadi gelombang PHK masal,'' kata Soekarwo. Surat itu akan dibuat dalam tempo dekat. Dia juga berharap agar surat edaran tersebut diteruskan kepada pengusaha.

Menurut Soekarwo, pemberhentian karyawan memang hak perusahaan. Namun, dia meminta agar pengusaha tidak hanya mementingkan peningkatan deviden, tetapi berdampak pada PHK masal.

Soekarwo lantas mencontohkan solusi atas permasalahan buruh di Jepang. Menurunnya omzet sejumlah perusahaan tidak langsung ditindaklanjuti dengan pemecatan. Perusahaan dan buruh diajak duduk bersama untuk mencari solusi. Dengan demikian, terjadi kesepakatan upah buruh yang diturunkan.

''Saya pernah membacanya di suatu jurnal ekonomi. Ada perusahaan Jepang yang buruhnya siap upahnya turun beberapa persen, asal tidak ada PHK. Pihak perusahaan juga secara terbuka menjelaskan masalah keuangan perusahaan. Kalau antara buruh dan pengusaha bisa menjalin kerja sama yang baik, saya yakin PHK masal bisa dihindari," jelas Soekarwo.

Selain mengirimkan surat edaran, pemprov berjanji membentuk dewan industrialisasi daerah. Dengan demikian, seluruh permasalahan buruh dan perusahaan bisa dibahas di lembaga tersebut. Usul pembentukan dewan industrialisasi juga merupakan tuntutan dari demonstran yang kemarin mendatangi kantor pemprov.

''Yang pasti, semua tuntutan akan kami pertimbangkan. Kalau kami berwenang, kami akan laksanakan. Tapi, kalau itu kewenangan pusat, kami tidak bisa,'' tegasnya.

Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat (ABM) Jatim seharian kemarin berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jatim. Dalam aksinya, mereka menyerukan berbagai tuntutan. Di antaranya, meningkatkan penganggaran untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, mendukung pembubaran pengadilan hubungan industrial, dan menurunkan outsourcing di perusahaan.

Respons gubernur yang menerima perwakilan buruh itu disambut positif demonstran. ''Sepanjang sejarah, baru kali ini gubernur dan wakil gubernur menerima perwakilan buruh,'' kata koordinator aksi, Jamaludin. (fid/oni)




Kamis, 30 April 2009

USAHA KATERING ADALAH SOLUSI TEPAT

PHK & PENSIUN DINI .. SIAPA TAKUT..??

Semakin banyak orang bersetatus pengangguran dan semuanya bukan hanya karena belum dapat lepangan pekerjaan tetapi ada juga akibat dari PHK dan Pensiun dini mungkin karena ada penciutan karyawan diperusahan, huhh…belum lagi yang baru lulus sekolah mulai dari tinggat SLA sampai S2 makin menumpuk menambah angka pengangguran sementara pemerintah belum bisa banyak membantu memberikan solusi atau lapangan pekerjaan untuk menekan angka penggangguran di Negara ini…masih mau menunggu sampai kapan…????? Keburu tua bro.

Ada satu buku yang membahas mengenai masalah ini yang dilengkapi dengan pengalaman nyata serta perencanaan menyiapkan diri sebagai wirausaha yang siap terjun kelapangan judul buku itu adalah : PHK dan PENSIUN DINI siapa takut ? memang situasi pengangguran adalah momok yang paling menakutkan sebagaian orang yang tidak siap untuk berhenti bekerja menjadi karyawan, Tetapi orang cerdas bisa membuat solusi yang pintar dan menciptakan lapangan pekerjaan sebenarnya banyak peluang usaha yang bisa direncanakan dan dirintis dengan serius seperti yang tertulis dalam buku diatas.


Tinggal sekarang bagaimana menjadi orang cerdas dalam membaca peluang usaha karena semua usaha belum tentu dapat dijalankan kita harus melihat situasi pasar yang tersedia, nah pertanyaannya sekarang peluang apa yang paling tepat …?

“ USAHA KATERING ADALAH SOLUSI TEPAT “

Karena usaha katering berhubungan langsung dengan perut yang paling tidak bisa diganggu gugat juga tidak terpengaruh dengan situasi ekonomi yang sering gonjang ganjing tidak menentu, terutama untuk katering paket perkawinan kecuali sudah tidak ada lagi orang yang mau menikah atau sedang terjadi perang besar…( perang dunia ke V kali ). Melaksanakan pesta pernikahan selalu harus ada wajib hukumnya bagi kebanyakan orang dalam seumur hidup niatnya hanya sekali menikah jadi tidak mungkin dilewatkan..nah gimmana yang kawin cerai kaya artis selama masih dirayakan tetap yang seneng kateringnya…he he he memang menyenangkan dunia ini.

Bentuk acara pestanya bermacam mulai dari sederhana sampai yang mewah dan usaha katering yang melayani paket perkawinan menerima pembayarannya lunas didepan …loh untuk berproduksi aja usaha katering sudah tidak perlu mengeluarkan modal awal…memang solusi yang tepat.

Saran saya bacalah buku PHK dan PENSIUN DINI siapa takut ? karangan “Joannes Widjajanto “ akan menambah wawasan kita dalam persiapan menciptakan lapangan pekerjaan …jaman segini jangan bermimpi lagi deh untuk mencari lapangan perkerjaan udah bukan masanya.
Sukses buat orang cerdas.




“ SIMAK BERITA INI…SEGERA BUAT KEPUTUSAN “

Jumat, 24 April 2009 | 07:51 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Ledakan penganggur berusia muda kini mengancam seluruh dunia. Dari 190,2 juta penganggur di dunia, 75,9 juta di antaranya berusia 15-24 tahun.
Mereka sebagian besar berada di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Pemerintah Indonesia harus memprioritaskan kebijakan yang berorientasi mengurangi penganggur.
Sinkronisasi dunia pendidikan dengan dunia kerja dan dukungan penuh industri kreatif tak bisa diabaikan. Para pengambil keputusan harus bertindak cepat supaya Indonesia tidak kebanjiran penganggur berusia muda.
Demikian isu yang mengemuka dalam konferensi angkatan kerja muda yang diselenggarakan Organisasi Buruh Internasional (ILO) di Jakarta, Kamis (23/4).
Pada acara itu juga diluncurkan Jejaring Angkatan Kerja Muda Indonesia (Indonesia Youth Employment Network/IYEN).
Koordinator Sekretariat Bersama IYEN Komara Djaya mengungkapkan, pemerintah kini memprioritaskan pendidikan kejuruan untuk menghasilkan tenaga terampil dan terdidik.
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah bekerja sama dengan Kadin untuk program pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja lulusan pendidikan formal.
Manajer Pelatihan Thiess Contractor Seskoadi mengungkapkan, pemda juga harus lebih berperan mendorong pendidikan kejuruan berbasis potensi lokal yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.




Kamis, 16 April 2009

BOM KULINER



Wuuiiik.!!!!
Kalau baca judulnya …sangat menakutkan bayangannya pasti ke para teroris .? bukan ..bukan ini yang akan di ulas adalah masalah dunia katering juga kok, kalau bom beneran itu kayak yang di cafĂ© grill fish Jimbaran wau…bener bener ngeri.
Sangat nyata sekali sekarang sedang berlangsung dan sepertinya gak akan berhenti semua berebut untuk melakukan dengan menarik perhatian dengan caranya masing masing, karena memang benar benar hampir semua masyarakat sangat antusias untuk melihat semua ini sampe sampe ada yang melakukan 7 hari penuh bahkan sampe ada yang mempertontonkan 2 kali dalam 1 hari. Memang beda tema/kemasan tetapi tetap usaha yang berkisar di dunia kuliner.
Salah satunya stasiun TV ini dikemas menjadi sedemikian rupa sehingga tidak hanya sebagai sebuah pembelajaran/informasi tetapi hiburan yang sangat menarik artis papan atas juga mulai banyak yang jadi chef dadakan untuk menjadi hostnya, terbukti dari jam tayangnya ada di jam yang ratingnya lumayan sehingga sponsor juga berebut untuk mensuport acara kuliner di stasiun TV Indonesia.

Kenapa saya memilih istilah Bom karena dengan dengar suara ledakannya saja sudah bikin keder apalagi kena langsung ….kebayangkan akibatnya, nah sekarang siapa yang kepengen kena BOM KULINER ..??? karena saya sudah merasakan sekarang akibat dari serangan bom kuliner sangat membantu dalam usaha katering saya apalagi mulai sering ditayangkan yang seputar katering karena tidak hanya katering di kota besar saja yang diangkat tetapi katering daerah juga mulai diangkat kelayar kaca.
Mudah mudahan dengan makin banyak acara TV seperti ini akan makin banyak lahir teroris katering untuk bikin bom usaha kuliner mulai dari yang bersekala kecil maupun besar, menjadi pejuang bangsa dalam mengatasi angka pengangguran dan upaya menciptakan lapangan pekerjaan.

Selasa, 31 Maret 2009

MENGAPA KATERING PESTA MENJADI PILIHAN

Banyak jenis Jasa Boga yang bisa menjadi pilihan tetapi katering untuk pesta yang menjadi pilihan saya, dengan melakukan pengamatan dilapangan dan mempelajari langsung kepada para pelaku maupun konsumen dibisnis ini akhirnya saya memilih jenis usaha yang satu ini. Walaupun pekerjaan untuk katering jenis pesta mempunyai keunikan yang tidak ada di jenis usaha lainnya tapi menurut saya kalau menjalankannya dengan konsep yang jelas pasti bisa jalan, kita tahu pada umumnya memang ada 2 cara dalam penyajian yang dilakukan untuk usaha catering yaitu prasmanan dan ada yang di dalam kotak (dos), rantang.
Untuk nasi kotak (dos) jumlah pesanan akan mempengaruhi waktu dan tenaga kerja proses produksi, dengan jumlah pesanan makin banyak berarti waktu yang dibutuhkan makin banyak, agak berbeda dengan katering untuk pesta karena cara penyajiannya (prasmanan) tidak seberapa berpengaruhnya bedanya lha wong yang makan ngambil sendiri...

Ada beberapa jenis usaha katering yang bisa dijalankan dalam memenuhi permintaan pasar tetapi akhirnya katering pesta menjadi pilihan saat itu karena waktu akan mulai usaha bener bener gak punya modal, dalam pemesanan catering pesta sudah menjadi sebuah aturan bahwa pembayaran ada DP (uang muka) dan seluruh pembayaran harus lunas sebelum acara. Sementara katering yang bukan untuk acara (event) butuh modal awal buat bayar karyawan dan biaya rutinnya lebih besar, yang paling besar adalah biaya untuk tenaga kerja, belanja,penyediaan peralatan, disinilah unikannya usaha katering acara (event) sebagian peralatan produksi bisa sewa apalagi untuk peralatan untuk penyajian seluruhnya oleh persewaan sudah disediakan sehingga tidak perlu ada investasi dalam peralatan.

Usaha catering dibagi menjadi dua yaitu :

2 Jenis Usaha Katering:

Rutin (langganan)
1. Industri :
• Rantangan / Tray
• Kotak / Bungkus
2. Rumah tangga / kost (rantangan)
• Rantangan / Tray
• Kotak / Bungkus

Acara (event) :
1. Pesta (prasmanan)
• Sunatan
• Slametan
• Ulang Tahun
• Seminar
• Perkawinan ( manten )
• dll

Saya coba bikin tabel sederhana dari hasil pengamatan :


klik untuk memperbesar

Karena Pembayaran katering Acara (event) lunas di depan maka berpengaruh dengan modal kerja, juga tenaga kerja jumlahnya sesuai besar pesanan dan waktu pekerjaan lebih pendek hanya pada tanggal acara.

Saya memulainya dengan acara-acara kecil seperti pesta ulang tahun, Sunatan, Slametan pindah rumah, dan awalnya konsumen yang saya garap dari saudara, teman, tetangga, dengan harapan dukungan dari mereka (support) biar lebih pede biar tambah yakin kalau nanti ada kurangnya kritik atau masukannya bisa dengan cara damai…he..he kayak kampanye Caleg aja.
Semoga pengalaman ini bermanfaat buat yang baca.

LANGKAH AWAL SAYA DALAM MEMULAI USAHA KATERING

 I. Survey lapangan untuk menentukan memilih jenis catering yang akan di jadikan usaha.

 II. Tentukan target pasar jangka pendek (dlm 3 bulan)

 III. Membuat peta pasar yg akan di garap ( mapping)

 IV. Inventarisir peralatan dan apa yang kita punya contohnya seperti :


1. Pengetahuan mengenai usaha Katering
• Kemampuan kita dalam ilmu kuliner
• Buku resep
• Sumber informasi lainnya mengenai kuliner...


2. Alat produksi yg dimiliki
• Lahan dapur
• Kompor
• Panci
• Dandang
• Wajan
• Pisau
• Papan telenan
• DLL

3. Sumber daya manusia
• Kepala Koki ( Istri & saya sendiri )
• Koki ( Istri & saya sendiri )
• Helper ( pembantu Rajang & Cuci peralatan dll )
• Bag Pakeging
• Pengadaan ( Istri & saya sendiri )
• Sopir ( Istri & saya sendiri )

4. Armada Transportasi
• Bisa milik sendiri
• Bisa sewa

5. Modal yang dimiliki

6. Sumber Modal lainya

7. Dll


Setelah memilih jenis usaha catering yang akan di kerjakan saya membuat jadwal kerja agar tahu mana yang akan dijadikan preoritas kerja dalam menjalankan usaha ini, takutnya nantinya banyak buang waktu karena yang dikerjakan tidak beraturan dan sulit untuk mengevaluasi.

Setiap akhir bulan saya dan istri selalu mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan, tetapi kami berdua paling suka mengevaluasi kegagalan atau komplain dari konsumen walaupun kadang kita dengan perasaan yang gak karuan...
(marah,malu,jengkel,kecewa,senang,tertawa…) sudah menjadi bumbu dalam pembicaran tetapi semuanya harus dihadapi dengan lapang dada untuk kemajuan usaha katering. Sebab menurut kami bila ada komplain berarti ada respon yang berarti mereka adalah calon pelanggan sebab mereka masih peduli dengan memberikan komplain oleh karena itu motto kami adalah “KEPUASAN ANDA ADALAH TUJUAN UTAMA KAMI” terutama dalam produksi.
Usaha catering saya ada 2 bagian bidang pekerjaan kami membagi pekerjaan Istri saya yang menangani marketing,dekor catering,pelayanan,rias,foto & video semua yang berkaitan di acara sampai peralatan penyajian sedangkan saya di produksi sampai ke pembelian …keluar masuk pasar sampai bersihkan kompor.
Dari pengalaman selama ini yang paling penting adalah untuk melakukan langkah awal dalam memulai usaha catering selalu harus ada rencana kerja, kami berdua dengan bagian/divisi masing-masing selalu membuat rencana & laporan harian, mingguan, bulanan sehingga setiap hari apa yang mau / sudah dikerjakan ada pegangannya …walaupun sederhana tapi saya mencoba bekerja dengan diawasi / dikontrol oleh system.


“ANAK PANAH AKAN TAJAM BILA LEPAS DARI BUSURNYA”

Sabtu, 21 Maret 2009

USAHA KATERING DARI HOBBY MENJADI SEBUAH PROFESI

Kita tahu bahwa masih sangat jarang di Negara kita ini usaha Katering dilakukan oleh seorang yang memang sekolah khusus di jurusan Culinery, dari sekolah begitu lulus langsung bikin usaha Jasa Boga khususnya usaha catering. Sementara yang ada begitu lulus langsung bikin surat lamaran kerja dan sibuk beli perangko untuk kirim surat lamaran ke perusahaan dengan harapan dapat panggilan. terus nunggu ee.. siapa tahu diterima ..? uhh..cari lapangan pekerjaan lagi judulnya. Padahal banyak usaha catering yang berhasil/sukses. lagian pasarnya untuk usaha catering masih luas dan belum banyak yg garap, memang ada sih usaha catering tetapi pelakunya adalah orang yang cuman punya ilmu pas pasan cuman karena hobynya masak…e..e terus malah keterusan jadi sumber penghasilan… hmm bikin lapangan pekerjaan judulnya …memang Negara yang aneh ..?

Ada sedikit cerita mengenai pengalaman saya pribadi ceritanya seperti ini, sejak kelas 6 SD sudah kost di Surabaya yang pasti sudah bisa ditebak khan pasti lebih banyak puasa atau ngutang kalau soal makan he..he kasihan ya nasib anak kost, tapi pada waktu kelas 3 SMP saya dengan 2 orang saudara akhirnya dikontrakan sebuah rumah kecil agar biaya kost bisa lebih hemat maunya ORTU. Kenyataannya memang benar biaya bisa ditekan lebih murah tapi tetap aja kalau masalah untuk makannya? Untungnya rumah itu punya dapur kecil maka saya memutuskan kalau mau makan masak sendiri lumayan nih bisa ngirit rencananya, tapi yang jadi masalah baru pengetahuan menganai masak memasak 0 besar, jadinya puyeng lagi deh …$#$...%*&..^%^%$#@..#$@.. maka sementara masak sebisanya dulu.
Mulailah dari sini terpaksa saya ngumpulin kliping resep masakan biar gak cuman itu-itu aja yang jadi santapan rutin setiap hari apalagi udah duit ngepas terus menu makanan juga ngepas alias gak pernah berubah…tempe / tahu goreng, telur ceplok / dadar, mie instant paling mewah goreng ikan pindang …uhh lauknya meong (kucing garong) he..he..he. Jaman tahun segitu masih susah informasi mengenai resep masakan gak seperti sekarang hampir semua Stasion TV punya acara culiner belum lagi Tabloid culiner seabrek judulnya, tetapi walaupun hanya dengan kliping majalah atau Koran akhirnya dunia memasak sudah menjadi bagian rutinitas setiap hari kalau mau makan.
Setelah lebih dari tiga tahun sekitar masa SMA mulai nih experiment menu kalau mau makan biar gak bosen yang biasanya goreng telur / bikin mie instant dengan resep standart sekarang dimodifikasi tapi tetap ala anak kost masalahnya belum kenal yang namanya om Chef/Pak Koki restoran, dan Kebiasaan itu tanpa sadar mulai berubah menjadi hobby kalau saya lagi main kerumah saudara atau temen yang ada acara masak uhhh…mulai dah berlagak jadi ahli masak…( and lebih banyak gagalnya dari pada suksesnya…sering kena damprat ha..ha..ha) duh malu maluin kalau inget masa lalu. Tapi karena semua itu sekarang akhirnya berbuah hasil yang tidak disangka karena sekarang Profesi saya adalah pengusaha katering padahal latar belakang pendidikan saya sangat jauh dari dunia culinary di Ekonomi jurusan ilmu PERBANKKAN sekolah yang saya tempuh apalagi sejak kecil tidak pernah bercita cita / mimpi kedunia masak memasak.
Pada waktu Indonesia mengalami krismon, saya kehilangan lapangan pekerjaan dan tahun 2000 harus memutuskan untuk menciptakan lapangan pekerjaan akhirnya saya memutuskan usaha catering. Hanya dalam waktu hitungan tahun yg relatif pendek usaha katering saya Allhamdullilah lancer-lancar saja, berarti ini bukti bahwa usaha katering dalam waktu singkat sebenarnya juga menjanjikan.
Nah bisa kebayang kan kalau Ibu-Ibu rumah tangga yang kerjanya tiap hari masak untuk keluarga mulai dari belum punya anak sampai anaknya lulus sarjana, pasti pengalaman mengenai masak-memasak kalau dibuat buku bisa jadi satu perpustakaan…iya gak? Kalau gitu sebenarnya Ibunya juga sudah lulus sarjana dong jurusan memasak…gelarnya mungkin yg cocok SD (sarjana dapur). Sekarang tinggal bagaimana caranya mulai membuat hobby menjadi sebuah Profesi, yang penting bagi mereka yang mau usaha catering harus bisa membedakan usaha catering karena hobby atau hobby yang dijadikan profesi.