Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Mei 2014

PERUSAHAAN PERORANGAN (U.D.)


Dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang bertanggung jawab penuh terhadap semua resiko dan aktivitas perusahaan, dalam usaha tidak ada pemisahan modal antara kekayaan pribadi dan kekayaan perusahaan semua tetap dihitung menjadi satu bagian.

Keuntungannya :
Pemilik bisa sepenuhnya  mengambil keputusan Seluruh keuntungan perusahaan menjadi hak pemilik perusahaan dan rahasia perusahaan terjamin.

Kekurangannya :
Tanggung jawab pemilik tidak terbatas Sumber keuangan perusahaan terbatas Kelangsungan hidup perusahaan kurang terjamin Seluruh aktivitas manajemen dilakukan sendiri, sehingga pengelolaan manajemen menjadi kompleks

Usaha Dagang atau UD adalah usaha perseorangan yang dilakukan tanpa didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat atau Departemen Hukum dan HAM RI.

Apabila seseorang menginginkan usahanya berjalan dan tercatat tanpa harus mengurus legalitas usaha yang sedikit banyak memerlukan 'modal dana', Usaha Dagang menjadi pilihan yang cukup membantu.

Dalam melaksanakan Usaha Dagang, usaha memerlukan perijinan untuk mendapatkan pengakuan usaha oleh instansi lain misalnya Bank Unit unt mendapatkan pinjaman.

Berkas  yang diperlukan :
1. Keterangan Domisili
2. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
3. TDP (Tanda Daftar Perusahaan

Persyaratannya :
1. Memiliki  KTP
2. NPWP Pribadi
3. Kartu Susunan Keluarga
4. Nama usaha
5. Surat sewa menyewa/PBB
6. Foto pendiri 3×4= 2 lembar

Demikian berkas yang dibutuhkan oleh Badan Usaha UD (usaha dagang), tetapi bila kedepannya akan mengikuti atau mengambil pekerjaan Catering dari Instansi Pemerintah yang melalui lelang sebaiknya membuat badan usaha yang CV (PERSEROAN KOMANDITER ) atau PT. (PERSEROAN TERBATAS).
Info ini Semoga bermanfaat. 

Selasa, 23 Juni 2009

MANFAAT SERTIFIKAT HALAL PADA USAHA KATERING

Tidak hanya produksi makanan dari pabrikan saja yang perlu menyertakan sertifikat halal pada kemasan produksinya tetapi untuk ikut masuk dan berkompetisi kedalam pasar yang konsumennya adalah mayoritas Muslim pengusaha catering perlu mempertimbangkan label halal, karena kenyatannya prosentase dari permintaan pasar terhadap hasil produksi harus menyertakan sertifikat halal maka seharusnya bagi usaha katering memiliki sertifikat tersebut.

Negara Indonesia yang mayoritas adalah muslim berarti memiliki sertifikat halal adalah keputusan yang tepat dan membuat sertifikat halal wajib bagi usaha catering yang pengusaha / pemiliknya juga Muslim, karena selain untung yang didapat nantinya juga pahala yang menjadi miliknya,…hhmm ya ya ..berarti secara bisnis usaha catering pasti lebih menguntungkan jika memiliki sertifikat halal..!!! karena kesempatan dan luasnya pasar sangat besar di Republik tercinta ini.

Sekarang yang jadi pertanyaan bagaimana cara mendapatkan sertifikat halal, proses pengurusannya, dan berapa biayanya, kalau untuk usaha catering yang memiliki jumlah menu banyak bagaimana .? apakah biayanya dihitung setiap menu atau 1 sertifikat untuk keseluruhan dari menu yang dimiliki, karena kalau harus setiap menu dikenakan biaya berarti pengaruh juga ke total biaya… berarti mahal…?


“Kutipan sebagian dari buku panduan sertifikat halal “

PANDUAN
SISTEM JAMINAN HALAL

Sejak diterbitkannya Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan, Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan, Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Instruksi Presiden RI Nomor 2 Tahun 1991 Tentang Peningkatan, Pembinaan dan Pengawasan Produksi dan Peredaran Makanan Olahan dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 69 Tahun 1999 Tentang Label dan Iklan Pangan maka kehalalan makanan, minuman, obat, kosmetika dan produk lainnya yang semula hanya diatur dalam kitab fiqh kini diatur dalam Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yang merupakan paradigma baru dalam pengaturan kehalalan produk. Sebagai konsekuensi logis dari perubahan paradigma tersebut, jaminan kepastian hukum terhadap kehalalan produk dan perlindungan terhadap konsumen maupun produsen selain menjadi tanggung jawab pribadi dan ulama, juga menjadi tanggung jawab Pemerintah cq Departemen Agama. Hal tersebut lebih ditegaskan lagi dalam GBHN Tahun 1999 dan Undang-undang Otonomi Daerah Nomor 22 Tahun 1999 bahwa agama yang didalamnya termasuk pembinaan jaminan produk halal menjadi tugas pokok Departemen Agama dan tidak diotonomikan."
Dalam perkembangan selanjutnya kehalalan suatu produk juga diatur dalam Codex, suatu organisasi dunia yang mengatur sistem perdagangan internasional. Dengan demikian kehalalan produksi makanan, minuman, obat dan kosmetika serta produk halal lainnya bukan saja menjadi masalah intern umat Islam tetapi sudah masuk pada sistem produksi dan perdaganagan internasional yang didukung oleh semua negara. Oleh karena itu negara produsen saling berlomba dalam menerapkan sistem produksi halal untuk meningkatkan pangsa pasarnya.


PENENTUAN TITIK KRITIS KEHARAMAN PRODUK
Untuk mencegah terjadinya penyimpangan alam proses produksi halal, perusahaan perlu mengetahui dan menentukan titik-titik kritis keharaman produk. Titik kritis keharaman tidak hanya mencakup bahan-bahan yang digunakan tetapi juga tahapan proses yang mungkin berpengaruh terhadap kehandalan produk.
Bahan-bahan yang dijadikan titik kritis adalah bahan-bahan yang mempunyai kemungkinan berasal dari bahan haram maupun yang mungkin menggunakan bahan haram atau najis dalam proses pembuatannya. Selain itu diidentifikasi pula kemungkinan terkontaminasinya produk dengan bahan haram atau najis dalam tahapan produksi secara keseluruhan mulai dari pembelian bahan, penerimaan bahan, produksi, penggudangan (bahan maupun produk akhir) sampai transportasi.
Setelah titik kritis keharaman produk ditentukan, selanjutnya dibuat prosedur monitoring, prosedur koreksi, sistem pendataan dan prosedur verifikasi.


PEMERIKSAAN JAMINAN PRODUK HALAL

Untuk dapat melakukan pemeriksaan terhadap produk halal, pelaku usaha terlebih dahulu mengajukan permohonan kepada MUI dengan tembusan kepada Menteri, disertai dengan dokumen yang diperlukan. Selanjutnya auditor yang diberi tugas akan melakukan pemeriksaan terhadap hal-hal sebagai berikut :
a. Cara penyembelihan hewan halal;
b. Asal usul bahan baku.
c. Bahan tambahan.
d. Bahan penolong.
e. Proses produksi.
f. Penyimpanan.
g. Pendistribusian, dan
h. Penyajian.


STANDARD OPERATING PROCEDURE HALAL
(SOP HALAL)

Kebijakan-kebijakan perusahaan tentang produksi halal yang diuraikan dalam Manual Halal selanjutnya dijabarkan secara teknis dalam bentuk Standard Operating bagian atau bidang yang terkait dengan proses produksi halal. Sebagai contoh adalah sebagai berikut :
1. SOP untuk bagian purchasing diantaranya menguraikan prosedur penentuan atau penggantian . supplier bahan.
2. SOP untuk bagian R & D diantaranya menguraikan prosedur perubahan formula, penggantian bahan, pengembangan produk.
3. SOP untuk bagian QA/QC diantaranya menguraikan prosedur penggunaan bahan baru.
4. SOP untuk bagian produksi diantaranya menguraikan prosedur pencatatan produksi halal, pemisahan line halal dan non halal jika ada, identifikasi produk.
5. SOP untuk bagian penggudangan Diantaranya menguraikan prosedur tata cara penerimaan bahan, identifikasi khusus yang perlu diperhatikan (kecocokan antara dokumen dengan barang), pencatatan bahan, pencatatan keluar- masuk bahan.
6. Dan lain - lain.


PENYEMBELIHAN HEWAN

Bahan-bahan produk halal baik bahan baku, bahan tambahan maupun bahan penolong yang berasal dari hewan halal harus melalui proses penyembelihan yang sesuai dengan syari'at Islam kecuali belalang, serangga dan hewan yang hidup dalam air yang dapat dilakukan secara langsung atau dengan bantuan alat staning.
Apabila penyembelihan hewan tersebut dilakukan secara langsung maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Hewan yang disembelih dalam keadaan hidup;
b. Disembelih satu per satu secara manual dengan menyebut nama Allah (Bismillahi Allahu Akbar), dan tidak menyebut nama selain Allah;
c. Disembelih dengan alat penyembelihan yang tajam dan mudah untuk memutuskan urat-urat lehernya sehingga darah dapat menyembur keluar dengan lancar.
d. Disembelih pada leher tepat pada saluran pernafasan (hulqum), saluran makanan (marik) dan urat nadi (wadujain) dan urat-urat tersebut harus putus.
e. Disembelih tanpa mengangkat alat penyembelihan sebelum saluran pernafasan, saluran makanan, dan urat nadi putus.
f. Sebelum disembelih tidak boleh diberi minum air berlebihan (digelonggong), disiksa atau disakiti.

Disamping itu petugas yang akan melakukan penyembelihan hewan halal secara langsung tersebut harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Muslim yang taat.
b. Baligh.
c. Memiliki pengetahuan yang baik dan benar tentang Syari'at Islam sekurang-kurangnya mengenai penyembelihan hewan halal dan memilki ketrampilan teknis penyembelihan yang dibuktikan dengan sertifikat izin menyembelih hewan halal.
d. Mampu mengucapkan Bismillahi Allahu Akbar secara fasih.
e. Sehatjasmani dan rohani.
f. Bebas dari luka, penyakit kulit atau penyakit lain yang dapat mencemari produk.
Apabila penyembelihan hewan dilakukan dengan bantuan alat staning maka harus mengikuti petunjuk Menteri Agama yang didasarkan atas fatwa MUI.


Mudah mudahan sebagian kutipan informasi dari buku panduan sertifikat halal ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan dan dengan memiliki sertifikat halal berarti siap bersaing dalam pasar bebas.

Kamis, 28 Mei 2009

DANGER ZONE, PENGARUH BAKTERI PADA MAKANAN MASAK

Kita tahu bahwa hasil masakan yang sudah matang sering terjadi bau atau pembusukan, padahal sudah merasa benar dalam cara penyimpanan tetapi hal itu masih sering terjadi tanpa tahu penyebab pastinya, dan yang paling sering terjadi makanan dalam jumlah banyak seperti dalam usaha catering makanan baru dimasak beberapa jam saja sudah berkeringat / berlendir dan bau…? uuuhh…acara belum dimulai malah masalah baru sudah datang sedangkan untuk bagian produksi udah gak ada waktu lagi buat masakan baru.

Proses pembusukan tesebut diakibatkan oleh bakteri ini yang sampai sekarang banyak belum dipahami kebanyakan orang pada usaha katering, apa lagi di tempat acara masakan yang sudah di packaging / kemas dalam proses pengiriman sudah bukan ditangani lagi oleh bagian produksi tetapi oleh bagian penyajian yang kebanyakan dari casual / out-sourcing (tenaga tambahan cabutan hanya kalau ada acara saja dipanggil) yang pemahaman mereka terhadap perlakuan makanan hasil masakan masih sangat minim.

Makanan masak merupakan media yang paling cocok untuk tumbuh dan berkembang karena makanan mempunyai suasana yang cocok untuk hidupnya sehingga bisa menjadi banyak jumlahnya.
Diantara bakteri terdapat beberapa bakteri yang bisa menghasilkan racun (toksin), ada racun yang dikeluarkan oleh tubuhnya (eksotoksin) dan ada yang menyimpan dalam tubuhnya (endotoksin/enterotoksin). Padahal dalam makanan ada kandungan enzyme apalagi pada sayuran dan buah.

Bakteri untuk dapat hidup dan berkembang banyak membutuhkan media sebagai berikut, suasana yang banyak makanan (protein), air (moisture), pH normal (6,8 – 7,5), suhu optimum 10 derajat – 60 derajat Celcius, dan tidak ada pesaingnya, media ini kadang tanpa disadari malah kita yang menyiapkan semua ini karena kurangnya informasi mengenai bakteri yang mempengaruhi terhadap makanan masak.

Situasi yang mendukung pertumbuhan bakteri pada makanan masak.

Kadar air makanan :
Bakteri akan hidup nyaman pada air bebas yang terdapat pada makanan seperti, sayur berkuah, larutan gula yang encer, uap air, situasi ini akan mendukung bakteri untuk hidup. Bakteri tidak dapat hidup pada air yang terikat dengan molekul makanan seperti garam, madu, dodol, sirop, larutan gula yang jenuh.

Jenis makanan :

Sebagian besar tubuh dari bakteri adalah air dan protein oleh karena itu makanan yang mengandung air dan kadar protein tinggi sangat membantu untuk membuat bakteri hidup subur, yang perlu dipahami adalah jenis makanan yang digemari bakteri :

Makanan yang mengandung protein seperti : susu, daging, telur, dll adalah jenis yang disukai bakteri juga pada makanan yang sudah dimasak (olahan) makanya menjadi cepat busuk / rusak ( perishable food ).

Suhu makanan :
Bakteri sangat cocok untuk berkembang pada suhu 37 derajat dalam suhu ini bakteri akan sangat cepat, pada suhu yang lebih panas atau lebih dingin akan memperlambat pertumbuhan bakteri, pada suhu 60 derajat bakteri tidak akan tumbuh sama sekali dan muali mati. Jadi yang harus diperhatikan dan diwaspadai untuk makanan hasil masakan adalah pada suhu 10 derajat – 60 derajat karena ini sangat berbahaya ………….DANGER ZONE .


Kamis, 14 Mei 2009

USAHA KATERING BISA MENDAPATKAN UNTUNG BESAR ASAL SERIUS DAN TERORGANISIR

Untuk memulai sebuah USAHA KATERING tidak perlu memulai dengan melakukan investsi yang besar, untuk menjalankan dari awal bisa dengan modal yang relatif kecil anda bisa coba dengan merencanakan menerima pesanan prasmanan yang jumlahnya tidak banyak sekitar 25 sampai 50 pax. dengan menu tidak terlalu banyak ragamnya atau nasi box.

Pemesan yang jumlahnya tidak terlalu besar biasanya bisa didapat dari saudara, teman, tetangga, atau kelompok sosial disekitar rumah.


Karena dengan jumlah pesanan kecil dapat memanfaatkan dapur rumah agar biaya investasi bisa ditekan sekecil mungkin, seperti sebagian peralatan masak dan biaya operasional memanfatkan milik sendiri.

Membuat daftar peralatan masak milik sendiri yang bisa dimanfaatkan :

Lokasi masak : Dapur milik sendiri

1. 2 unit Kompor gas .
2. 1 unit Danang masak nasi
3. 4 buah Panci
4. 4 unit Wajan
5. 1 unit Blander
6. 3 buah Telenan
7. 3 Pisau potong
8. 1 Pisau daging
9. 1 Ketel air
10. 3 buah Sodet/sutil
11. 2 Sendok sayur
12. 1 buah Cobek / uleg- uleg
13. 2 Baskom
14. 1 Ember

Jika peralatan untuk masak yang belum ada dalam daftar bisa menambah sendiri.

Untuk melihat bila memulai investasi dari awal berapa besar jumlahnya peralatan yang sudah didata , dan sudah berapa besar investasi peralatan sendiri yang bisa digunakan untuk menghemat modal untuk memulai usaha catering.

Setelah membuat daftar peralatan yang sudah dimiliki perlu juga menyiapkan hasil masakan akan dikemas dengan apa ..?

Pesanan untuk nasi box / kotakan berarti yang harus disiapkan :

1. Box berbahan karton ada berbagai macam ukuran tergantung kebutuhan
2. Mika untuk menempatkan hasil masakan agar tidak menempel di box
3. Sendok plastik
4. Tissue
5. Plastik untuk bungkus kerupuk
6. Tas plastik ( kresek ukuran box )

Pesanan untuk prasmanan berarti yang harus disiapkan :

1. Kontener plastik ukuran sesuai kebutuhan untuk membawa hasil masakan.
2. Panci ukuran sesuai kebutuhan untuk membawa hasil masakan yg berkuah.
3. Termos nasi ukuran sesuai kebutuhan.
4. Wadah kecil-kecil untuk membawa pernak pernik masakan seperti acar,sambel,dll.
5. Jika bisa membawa kompor kecil untuk memanasi masakan berkuah apabila acara mundur tidak sesuai jadwal karena yg berkuah butuh waktu lama untuk dipanasi.


Peralatan servis / peralatan saji :

Tidak perlu investasi / beli untuk peralatan saji lebih baik sewa sekarang sudah banyak jas persewaan peralalat servis / saji karena selain harganya mahal juga perawatan perlu biaya besar, saran bila usaha katering sudah bisa jalan baik silahkan investasi peralatan saji. Kecuali alat pendukung seperti kain lap, ciran pembersih meja, kain pel, dll.

Tenaga kerja :

Untuk usaha catering yang menerima pesana prasmanan atau nasi box biaya untu tenaga kerjanya juga dilakukan sesuai pesanan upahnya dibayar peracara …nah disini juga kita untuk sementara tidak terlalu direpotkan untuk mengangkat karyawan untuk memulai tenaga kerjanya bisa mengajak teman / saudara / tetangga / tenaga masak yang sudah mahir ( Koki ) besarnya upah sesuai perjanjian.

Untuk tenaga kerja acara pesta / prasmanan yaitu Waiters (pelayan) juga bibayar peracara mereka bekerja hanya pada persiapan acara sampai dengan selesai ( semua peralatan kembali sampai dirumah ), tenaga kerjanya bisa mengajak teman / saudara / tetangga / casual dari sekolah / kursus perhotelan di kota anda.

Untuk tenaga akuntasi / pembukuan sebaiknya dilakukan sendiri untuk belajar dan kalau membayar orang nantinya sudah bisa mengontrol pembukuan karena pernah melakukan sendiri.

Saran :
Sebaiknya menerima pesanan catering untuk pemula yang event / acara seperti nasi box atau acara pesta karena persiapannya bisa dilakukan lebih awal dan acaranya hanya sekali itu saja sesuai pesanan, modal belanja bahan bisa minta uang muka ..?% sesuai perjanjian, tenaga kerja yang membantu juga per event/acara bayarnya…pokoknya gampangnya gini loh selesai acara kita bisa istirahat untuk evaluasi sebelum menerima pesanan berikutnya …nah nanti kalau semua permasalahan sudah bisa di atasi…pesanan bisa ditingkatkan dalam 1 minggu terima berapa event/acara.

Pesan :

Jangan lupa dalam usaha katering yang sangat perlu diperhatikan adalah Sanitasi & hygenitas untuk menghindari hal-hal yang tidak dininginkan.


Sudah bisa membayangkan kira kira harus bagaimana untuk memulai. tunggu apalagi..??

ANAK PANAH TIDAK AKAN TAJAM BILA TIDAK LEPAS DARI BUSURNYA


Senin, 27 April 2009

Flu Babi





Tantangan baru selalu hadir dalam roda kehidupan seakan mengikuti langkah kita tanpa henti, kadang datang bertubi – tubi kadang sesekali tetapi sangat dahsyat, seluruh dunia seakan terhenyak hebat dengan adanya wabah baru yaitu Flu babi.

Pada era jaman flu burung dunia usaha Jasa Boga sangat terpukul terutama usaha katering karena banyak konsumen yang tidak mau lagi memesan menu jenis unggas seperti : ayam,bebek,burung dara menjadi salah satu menu, sehingga para peternak ayam potong banyak yang tidak bisa menjual hasil ternaknya, kita sudah tahu akibatnya dari situasi ini ujung ujungnya peternak gulung tikar.

Saat situasi yang paling terasa saat itu adalah, begitu masalah flu burung sudah bisa diatasi oleh Pemerintah berarti kepercayaan konsumen katering juga mulai kembali pulih konsumen mulai berani memesan menu jenis unggas lagi, tetapi disinilah permasalahan yang sangat krusial …akibat peternak berkurang karena gulung tikar harga ayam potong mendadak naik tidak seimbang antara permintaan pasar dengan produksi, sebelum wabah flu burung 1 kg ayam potong Rp 12 000 dan pada masa pemulihan kepercayaan pasar harga bisa sampai Rp 25 000 ….kebayangkan yang usaha katering mau jual berapa..?

Nah dari situasi tadi maka banyak konsumen yang memilih menu daging sapi karena harga sudah tidak terpaut jauh dengan daging ayam, memilih bmenu daging sapi memang sedikit lebih mahal tetapi lebih prestise menunya dan masih lebih bisa dipercaya bahwa kalau makan daging sapi tidak akan ketularan Flunya, tetapi terakhir ini datang lagi masalah baru di Indonesia….ditemukan daging sapi dipasaran banyak dicampur dengan daging babi…hhmm wuuaaahhhhh….ini lebih parah …!!!!!!!
Karena masyarakat kita dalah mayoritas adalah Muslim….kebayang lagi kan puyengnya para pengusaha catering …eeehhhh….malah ditambah lagi dengan wabah baru diseluruh dunia yaitu Flu babi …


Karena kita sama sama belum pernah diserang dengan Flu babi maka saya perlu memberikan kutipan berita dari Jawa Pos agar nantinya bisa segera mengantipasi kalau jadi permasalahan baru di dunia usaha katering,….apakah flunya bisa menulari bahan bahan baku hewani untuk masakan lainnya seperti jenis unggas .?
Ini kutipan beritanya & akan saya up date terus dari sumber yang terpercaya.


Sumber : Jawa Pos
[ Selasa, 28 April 2009 ]
Seluruh Negara Siaga Flu Babi
Flu babi menjadi ancaman paling ditakuti di seluruh dunia saat ini. Setelah mewabah di Meksiko dengan membunuh lebih dari 100 orang, dan terus bertambah jumlahnya.

Selandia Baru, Spanyol,dan negara lain sudah memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Amerika Utara, tempat awal munculnya wabah. Rencana mengkarantina dan memperketat impor daging babi , dan yang paling mencengangkan adalah memeriksa suhu tubuh penumpang pesawat.
Kayaknya wabah ini serius banget coba deh simak kuitipan dari Jawa Pos ini : “ Para pejabat kesehatan global juga tinggal menunggu waktu menaikkan tingkat peringatan pandemi global.”

Waktu jaman flu burung pemerintah selalu menyatakan tidak perlu kuatir sampe sampe mempertontonlan makan ayam goring di acara TV sekarang Menteri kesehatan juga sudah memberi pernyataan yang diberitakan dalam Jawa Pos,
Sumber : Jawa Pos
” Kemarin (27/4) Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengimbau masyarakat untuk tidak panik terhadap kemungkinan munculnya penyakit flu babi di Indonesia.

Siti menegaskan bahwa penyakit flu babi alias H1N1 berpotensi kecil untuk tersebar di tanah air. Angka kematian akibat flu burung (H5N1) jauh lebih tinggi, yakni 80-90 persen, ketimbang flu babi (H1N1), yakni 6,4 persen. Namun, masyarakat harus tetap waspada karena sudah ada konfirmasi virus ini dapat ditularkan melalui manusia ke manusia. ''Virus H1N1 hanya hidup pada daerah subtropik. Untuk Indonesia, kemungkinannya sangat kecil karena beriklim tropis. Meski demikian, masyarakat harus tetap waspada," kata Menkes dalam jumpa pers setelah rapat koordinasi penanggulangan flu babi di Kantor Menko Kesra, Jakarta.

Rapat koordinasi dihadiri oleh Departemen Perhubungan, Departemen Kesehatan, Polri, Depdagri, Departemen Kebudayan dan Pariwisata, Deptan, Depkeu, dan Deplu.

Untuk mewaspadai munculnya penyakit tersebut di Indonesia, Departemen Kesehatan (Depkes) telah meminta pihak terkait untuk menghentikan impor daging babi. Selain itu, Depkes melakukan surveillance pada sejumlah peternakan babi di Indonesia yang jumlahnya kini mencapai 9 juta ekor. ''Sementara bagi pendatang yang masuk ke Indonesia melalui bandara telah disiagakan thermo scanner,'' ujar Siti.

Thermo scanner adalah alat yang dapat mendeteksi suhu tubuh manusia yang bertemperatur tinggi. Jika tubuh manusia yang diperiksa lebih dari 38 derajat Celsius, alat akan berbunyi. Jika ada yang dicurigai terinfeksi flu babi, akan diberi Kartu Bahaya Kesehatan (Health Alert Card) yang sudah disiapkan Depkes. Kartu itu diberikan kepada perusahaan penerbangan dan pelabuhan. Kartu tersebut akan dibagikan dan harus diisi oleh pendatang mengenai kondisi kesehatannya. Misalnya, pendatang tersebut sedang flu atau tidak.

Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (PPBB) Depkes Rita Kusriastuti menambahkan, thermo scanner telah disiagakan di sepuluh bandara dan pelabuhan. Antara lain, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdana Kusumah di Jakarta, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Hang Nadim di Batam, Bandara Hasanudin di Makassar, Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bandara Sepinggan di Balikpapan, dan Pelabuhan Tanjung Priok di Terminal satu dan dua. ''Sedangkan untuk obat, telah disiapkan stok 3 juta obat tamiflu (obat yang sama untuk flu burung). Selain itu, 100 RS rujukan juga telah dilatih kembali," kata Rita.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie menyatakan, flu babi sangat mungkin menjadi pandemi.''Karena itu, pemerintah akan mengusahakan pencegahan penyebarannya di Indonesia,'' ujar dia.

Ical -panggilan akrab Aburizal- mengatakan telah menerima laporan dari menteri pertanian, menteri kesehatan, dan Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Pandemi Influenza dalam rapat koordinasi. ''Kita akan bahas langkah-langkah agar flu babi tidak menyebar di Indonesia, berdasar pengalaman pencegahan pandemi flu burung,'' kata Ical lagi. Saat ini, dia melanjutkan, sedang dilakukan latihan jika virus H1N1/flu babi itu menyerang Indonesia. Latihan itu menyangkut cara evakuasi, cara pengiriman ke rumah sakit, hingga pengobatan.

Mengutip keterangan Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC), flu babi yang menyerang saat ini berbeda dengan jenis flu yang biasa ada pada manusia atau babi. Jenis flu baru ini terdiri atas materi genetik babi, burung, dan manusia. Jenis baru ini bisa menular antarmanusia. Tanda awal terkena flu babi ditunjukkan dengan gejala mirip flu, yakni demam, lelah, nafsu makan hilang, dan batuk. Beberapa penderita mengalami hidung berlendir, tenggorokan sakit, muntah-muntah, dan diare.

Apakah virus flu babi bisa menular lewat konsumsi daging babi ? CDC mementahkan kemungkinan itu. Sebab, babi yang masuk ke pemotongan hewan harus dipastikan bebas dari flu. Selain itu, proses pemasakan daging akan membunuh virus. Cara efektif menghindari flu baru ini adalah membiasakan mencuci tangan secara teratur, menggunakan sabun.

Ketua Laboratorium Flu Burung Universitas Airlangga Surabaya Choirul Anwar Nidom menyatakan, dari hasil penelitian di laboratoriumnya, untuk saat ini belum ditemukan babi lokal Indonesia yang mengandung virus seperti virus flu babi di Meksiko. (zul/kim) “
Demikian mudah mudahan ada manfaatnya dan untuk mencegah wabah Flu babi yang diberitakan Jawa Pos berguna untuk usaha katering karena tidak hanya kewajiban Pemerintah saja tetapi juga jadi kewajiban kita semua dengaan caranya masing masing tetapi tetap mengacu kepada prosedur yang sudah ditetapkan Pemerintah, saya hanya bisa membantu dengan memberikan informasi seperti ini.
Terima kasih


Minggu, 26 April 2009

MSG dan KESEHATAN

Beberapa kali muncul kekhawatiran di media, terutama diwakili oleh Lembaga Konsumen, soal di pasaran ada berbagai produk makanan ringan dalam kemasan yang biasa dikonsumsi anak-anak, tidak mencantumkan kandungan MSG (vetsin). Kritik tersebut menyatakan, konsumsi MSG dalam jumlah tertentu mengancam kesehatan anak-anak. Menteri Kesehatan pun sudah memberi pernyataan yang meminta BPOM menarik produk makanan kemasan yang tidak mencantumkan kandungan MSG/ Seberapa jauhkah sebenarnya MSG membahayakan kesehatan manusia… ? …
Sejarah
Jurnal Chemistry Senses [[6]] menyebutkan, Monosodium Glutamate (MSG) mulai terkenal tahun 1960-an, tetapi sebenarnya memiliki sejarah panjang. Selama berabad-abad orang Jepang mampu menyajikan masakan yang sangat lezat. Rahasianya adalah penggunaan sejenis rumput laut bernama Laminaria japonica. Pada tahun 1908, Kikunae Ikeda, seorang profesor di Universitas Tokyo, menemukan kunci kelezatan itu pada kandungan asam glutamat. Penemuan ini melengkapi 4 jenis rasa sebelumnya - asam, manis, asin dan pahit - dengan umami (dari akar kata umai yang dalam bahasa Jepang berarti lezat). Sementara menurut beberapa media populer [[20]], sebelumnya di Jerman pada tahun 1866, Ritthausen juga berhasil mengisolasi asam glutamat dan mengubahnya menjadi dalam bentuk monosodium glutamate (MSG), tetapi belum tahu kegunaannya sebagai penyedap rasa.



Sejak penemuan itu, Jepang memproduksi asam glutamat melalui ekstraksi dari bahan alamiah. Tetapi karena permintaan pasar terus melonjak, tahun 1956 mulai ditemukan cara produksi L-glutamic acid melalui fermentasi. L-glutamic acid inilah inti dari MSG, yang berbentuk butiran putih mirip garam. MSG sendiri sebenarnya tidak memiliki rasa. Tetapi bila ditambahkan ke dalam makanan, akan terbentuk asam glutamat bebas yang ditangkap oleh reseptor khusus di otak dan mempresentasikan rasa dasar dalam makanan itu menjadi jauh lebih lezat dan gurih.
Sejak tahun 1963, Jepang bersama Korea mempelopori produksi masal MSG yang kemudian berkembang ke seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Setidaknya sampai tahun 1997 sebelum krisis, setiap tahun produksi MSG Indonesia mencapai 254.900 ton/tahun dengan konsumsi mengalami kenaikan rata-rata sekitar 24,1% per tahun [[8]].
Efek terhadap hewan coba
Di otak memang ada asam amino glutamat yang berfungsi sebagai neurotransmitter untuk menjalarkan rangsang antar neuron. Tetapi bila terakumulasi di sinaps (celah antar sel syaraf) akan bersifat eksitotoksik bagi otak. Karena itu ada kerja dari glutamate transporter protein untuk menyerapnya dari cairan ekstraseluler, termasuk salah satu peranannya untuk keperluan sintesis GABA (Gamma Amino Butyric Acid) oleh kerja enzim Glutamic Acid Decarboxylase (GAD). GABA ini juga termasuk neurotransmitter sekaligus memiliki fungsi lain sebagai reseptor glutamatergik, sehingga bisa menjadi target dari sifat toksik glutamat. Disamping kerja glutamate transporter protein, ada enzim glutamine sintetase yang bertugas merubah amonia dan glutamat menjadi glutamin yang tidak berbahaya dan bisa dikeluarkan dari otak. Dengan cara ini, meski terakumulasi di otak, asam glutamat diusahakan untuk dipertahankan dalam kadar rendah dan non-toksik. Reseptor sejenis untuk glutamat juga ditemukan di beberapa bagian tubuh lain seperti tulang, jantung, ginjal, hati, plasenta dan usus. Pada konsumsi MGS, asam glutamat bebas yang dihasilkan sebagian akan terikat di usus, dan selebihnya dilepaskan ke dalam ke darah. Selanjutnya menyebar ke seluruh tubuh termasuk akan menembus sawar darah otak dan terikat oleh reseptornya. Sayangnya, seperti disebutkan sebelumnya, asam glutamat bebas ini bersifat eksitotoksik sehingga dihipotesiskan akan bisa merusak neuron otak bila sudah melebihi kemampuan otak mempertahankannya dalam kadar rendah [[1]; [9]; [19]].
Jurnal Neurochemistry International bulan Maret 2003 melaporkan, pemberian MSG sebanyak 4 mg/g berat badan ke bayi tikus menimbulkan neurodegenerasi berupa jumlah neuron lebih sedikit dan rami dendrit (jaringan antar sel syaraf otak) lebih renggang. Kerusakan ini terjadi perlahan sejak umur 21 hari dan memuncak pada umur 60 hari [[21]; [5]].
Sementara bila disuntikkan kepada tikus dewasa, dosis yang sama menimbulkan gangguan pada neuron dan daya ingat. Pada pembedahan, ternyata terjadi kerusakan pada nucleus arkuatus di hipothalamus (pusat pengolahan impuls syaraf) [[12]].
Sedang menurut Jurnal Brain Research, pemberian MSG 4 mg/g terhadap tikus hamil hari ke 17-21 menunjukkan bahwa MSG mampu menembus plasenta dan otak janin menyerap MSG dua kali lipat daripada otak induknya. Juga 10 hari setelah lahir, anak-anak tikus ini lebih rentan mengalami kejang daripada yang induknya tidak mendapat MSG. Pada usia 60 hari, keterampilan mereka juga kalah dari kelompok lain yang induknya tidak mendapat MSG [[24]; [14]].
Tetapi kelompok anak-anak tikus yang mendapat MSG pada penelitian di atas justru lebih gemuk. Ternyata, MSG juga meningkatkan ekskresi insulin sehingga tikus-tikus tersebut cenderung menderita obesitas. Pada penelitian lain, bila diteruskan sampai 3 bulan, ternyata akan terjadi resistensi terhadap insulin dan berisiko menderita diabetes [[3]; [7]]).
Penelitian lain di Jurnal of Nutritional Science Vitaminologi bulan April 2003, pemberian MSG terhadap tikus juga mengganggu metabolisme lipid dan aktivitas enzim anti-oksidan di jaringan pembuluh darah, menjadikan risiko hipertensi dan penyakit jantung. Kerusakan enzim anti-oksidan ini ternyata yang juga menimbulkan kerusakan kronis di jaringan syaraf. Secara umum, anti oksidan memang berperan penting bagi kesehatan di seluruh bagian tubuh [[16]; [17]].
Ada juga laporan dari Experimental Eye Research tahun 2002 bahwa konsumsi tinggi MSG berakibat kerusakan pada fungsi dan morfologi retina. Akibatnya banyak terjadi glaukoma (peninggian tekanan dalam bola mata). Proses ini terjadi secara perlahan, yang kalau pada manusia diduga akan terjadi pada umur sekitar 40 tahun, setelah konsumsi MSG sejak anak-anak [[11]].
Efek terhadap manusia
Pada tahun 1959, Food and Drug Administration di Amerika mengelompokkan MSG sebagai "generally recognized as safe" (GRAS), sehingga tidak perlu aturan khusus. Tetapi tahun 1968, muncul laporan di New England Journal of Medicine tentang keluhan beberapa gangguan setelah makan di restoran china sehingga disebut "Chinese Restaurant Syndrome". Karena kompisisinya dianggap signifikan dalam masakan itu, MSG diduga sebagai penyebabnya, tetapi belum dilaporkan bukti ilmiahnya [[4]].
Untuk itu, tahun 1970 FDA menetapkan batas aman konsumsi MSG 120 mg/kg berat badan/hari yang disetarakan dengan konsumsi garam. Mengingat belum ada data pasti, saat itu ditetapkan pula tidak boleh diberikan kepada bayi kurang dari 12 minggu. Tahun 1980, laporan-laporan tentang hubungan MSG dengan Chinese Restaurant Syndrome ini kembali banyak muncul berupa sakit kepala, palpitasi (berdebar-debar), mual dan muntah. Pada tahun ini pula diketahui bahwa glutamate berperan penting pada fungsi sistem syaraf, sehingga muncul pertanyaan, seberapa jauh MSG berpengaruh terhadap otak.
Selanjutnya di tahun 1986, Advisory Committee on Hypersensitivity to Food Constituent di FDA menyatakan, pada umumnya konsumsi MSG itu aman, tetapi bisa terjadi reaksi jangka pendek pada sekelompok orang. Hal ini didukung juga oleh laporan dari European Communities (EC) Scientific Committee for Foods tahun 1991. Untuk itu, FDA memutuskan tidak menetapkan batasan pasti untuk konsumsi MSG. Usaha penelitian masih dilanjutkan, bekerja sama dengan FASEB (Federation of American Societies for Experimental Biology) sejak tahun 1992.
Laporan FASEB 31 Juli 1995 menyebutkan, secara umum MSG aman dikonsumsi. Tetapi memang ada dua kelompok yang menunjukkan reaksi akibat konsumsi MSG ini. Pertama adalah kelompok orang yang sensitif terhadap MSG yang berakibat muncul keluhan berupa : rasa panas di leher, lengan dan dada, diikuti kaku-kaku otot dari daerah tersebut menyebar sampai ke punggung. Gejala lain berupa rasa panas dan kaku di wajah diikuti nyeri dada, sakit kepala, mual, berdebar-debar dan kadang sampai muntah. Gejala ini mirip dengan Chinese Restaurant Syndrome, tetapi kemudian lebih tepat disebut MSG Complex Syndrome. Sndrom ini terjadi segera atau sekitar 30 menit setelah konsumsi, dan bertahan selama sekitar 3 - 5 jam. Berbagai survei dilakukan, dengan hasil persentase kelompok sensitif ini sekitar 25% dari populasi.
Sedang kelompok kedua adalah penderita asma, yang banyak mengeluh meningkatnya serangan setelah mengkonsumsi MSG. Munculnya keluhan di kedua kelompok tersebut terutama pada konsumsi sekitar 0,5 รข???2,5 g MSG. Sementara untuk penyakit-penyakit kelainan syaraf seperti Alzheimer dan Hungtinton chorea, tidak didapatkan hubungan dengan konsumsi MSG [[23]; [18]].
Kontroversi
Sejauh ini, belum banyak penelitian langsung terhadap manusia. Hasil dari penelitian dari hewan, memang diupayakan untuk dicoba pada manusia. Tetapi hasil-hasilnya masih bervariasi. Sebagian menunjukkan efek negatif MSG seperti pada hewan, tetapi sebagian juga tidak berhasil membuktikan. Yang sudah cukup jelas adalah efek ke terjadinya migren terutama pada usia anak-anak dan remaja seperti laporan Jurnal Pediatric Neurology [[10]]. Memang disepakati bahwa usia anak-anak atau masa pertumbuhan lebih sensitif terhadap efek MSG daripada kelompok dewasa. Sementara untuk efek terjadinya kejang dan urtikaria (gatal-gatal dan bengkak di kulit seperti pada kasus alergi makanan), masih belum bisa dibuktikan [[15]].
Di sisi lain, Jurnal Appetite tahun 2002 melaporkan, faktor psikologis juga berpengaruh. Bila seseorang sudah merasa dirinya sensitif, maka berapapun kadar yang ada, MSG Complex Syndrome akan terjadi. Sebaliknya, ada kelompok lain yang memerlukan dosis MSG lebih tinggi dibanding rata-rata orang, untuk mendapatkan sensasi rasa lezat. Diduga, paparan terus menerus menyebabkan peninggian ambang rangsang reseptor di otak untuk asam glutamat [[13]].
Begitupun, menyadari tingginya konsumsi MSG di wilayah Asia, WHO menggunakan MSG untuk program fortifikasi vitamin A. Di Indonesia pernah dilakukan pada tahun 1996. Juga, penggunaan MSG bisa menjadi salah satu pilihan dalam menurunkan konsumsi garam (sodium) yang berhubungan dengan kejadian hipertensi khususnya pada golongan manula. Hal ini karena untuk mencapai efek rasa yang sama, MSG hanya mengandung 30% natrium dibanding garam [[2]].
Sementara itu, Jurnal Nutritional Sciences tahun 2000 melaporkan, kadar asam glutamat dalam darah manusia mulai meningkat setelah konsumsi MSG 30 mg/kg berat badan/hari, yang berarti sudah mulai melampaui kemampuan metabolisme tubuh. Bila masih dalam batas terkendali, peningkatan kadar ini akan menurun kembali ke kadar normal atau seperti kadar semula dalam 3 jam. Peningkatan yang signifikan baru mulai terjadi pada konsumsi 150 mg/kg berat badan/hari. Efek ini makin kuat bila konsumsi ini bersifat jangka pendek dan besar atau dalam dosis tinggi (3 gr atau lebih dalam sekali makan). Juga ternyata MSG lebih mudah menimbulkan efek bila tersaji dalam bentuk makanan berkuah [[22]].
Sebenarnya hampir semua bahan makanan sudah mengandung glutamat. Dalam urutan makin tinggi, beberapa diantaranya mengandung kadar tinggi seperti : susu, telur, daging, ikan, ayam, kentang, jagung, tomat, brokoli, jamur, anggur, kecap, saus dan keju. Termasuk dalam hal ini juga bumbu-bumbu penyedap alami seperti vanili atau daun pandan. Melihat hasil penelitian untuk batasan metabolisme (30 mg/kg/hari) berarti rata-rata dalam sehari dibatasi penambahan maksimal 2,5 - 3,5 g MSG (berat badan 50 - 70 kg), dan tidak boleh dalam dosis tinggi sekaligus. Sementara, satu sendok teh rata-rata berisi 4 - 6 gram MSG. Masalahnya, sumber penambahan MSG sering tidak disadari pada beberapa sajian berkuah, sehingga tidak semata-mata penambahan dari MSG yang sengaja ditambahkan atau yang dari sediaan di meja makan. Masih belum dicapai kesepakatan mengenai glutamat dari sumber alamiah dan non alamiah ini. Sejauh ini dinyatakan tidak ada perbedaan proses metabolisme di dalam tubuh diantara keduanya. Yang jelas, aturan FDA tidak mengharuskan pencantuman dalam label untuk glutamat dalam bahan-bahan alamiah tersebut.
Yang perlu disadari, seringkali makanan kemasan tidak mencantumkan MSG ini secara jelas. Banyak nama lain yang sebenarnya juga mengandung MSG seperti : penyedap rasa, hydrolized protein, yeast food, natural flavoring, modified starch, textured protein, autolyzed yeast, seasoned salt, soy protein dan istilah-istilah sejenis. Akibatnya, kadar asam glutamat sesungguhnya, seringkali tidak seperti yang dicantumkan. Aturan mengharuskan pencantuman komposisi dalam kemasan harus jelas agar konsumen dapat mempertimbangkannya sesuai kondisi masing-masing.
Mensikapi hasil penelitian yang masih diliputi kontroversi, ada satu kekhawatiran bahwa efek MSG ini memang bersifat lambat. Seperti pada penelitian terhadap hewan, efek tidak terjadi dalam jangka pendek, tetapi setelah konsumsi jangka panjang meski dalam dosis rendah. Sayang penelitian jangka panjang tentu saja sulit dilakukan pada manusia. Diduga, akumulasi terus menerus dalam dosis rendah ini yang perlu diwaspadai. Di sisi lain, sebenarnya berusaha beralih ke penyedap rasa alami, memang lebih baik. Meski begitu, bagi yang sudah terbiasa memang tidak mudah, karena ada semacam kecanduan terhadap efek MSG ini terhadap reseptor di otak pemberi rasa sedap.

Sumber :
Oleh : Tonang Dwi Ardyanto